Sumbawa

RKPD Sumbawa 2027 Digenjot: Target Ekonomi 5,5 Persen, 633 Usulan Rakyat Disaring Ketat

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kabupaten Sumbawa, difokuskan pada penguatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini melalui integrasi perencanaan dari pusat hingga daerah, dengan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumbawa, Dedy Heriwibowo mengatakan, RKPD merupakan amanat regulasi yang memastikan pembangunan berjalan selaras dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional.

IKLAN

“RKPD ini menjadi instrumen penting. Agar pembangunan kita sinergis dari daerah sampai nasional dalam satu arah kebijakan,” kata Dedy, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, arah pembangunan daerah diselaraskan dengan agenda nasional Asta Cita. Serta, visi daerah “Unggul, Maju, dan Sejahtera” yang tertuang dalam RPJMD.

“Semua agenda kita rangkum dalam satu perencanaan terintegrasi, dari pusat hingga daerah, agar tujuan pembangunan jelas dan terukur,” jelasnya.

Dalam dokumen RPJMD, lanjutnya, terdapat kerangka besar pembangunan yang mencakup 5 misi, 45 program unggulan. Kemudian, 10 indikator kinerja utama, 17 tujuan, dan 33 sasaran pembangunan daerah.

“Itu yang terus kami kawal agar implementasi pembangunan tidak keluar dari arah yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Fase Peningkatan Daya Saing Daerah

Ia juga mengungkapkan, tahun 2027 menjadi fase penting peningkatan daya saing daerah, setelah 2025 menjadi titik awal perencanaan lanjutan dari pemerintahan sebelumnya. “Pada 2027 kita masuk fase peningkatan daya saing dan 2029 menjadi tahap penuntasan target RPJMD,” ungkapnya.

Dari sisi capaian, sejumlah indikator makro 2025 menunjukkan hasil positif. Contohnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi yang melampaui target. “Capaian IPM, pertumbuhan ekonomi, dan reformasi birokrasi sudah melampaui target, ini menjadi modal kuat ke depan,” tambahnya.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama stunting, risiko bencana, ketimpangan, serta realisasi investasi yang belum optimal. “Stunting masih menjadi pekerjaan rumah, begitu juga risiko bencana dan investasi yang perlu kita dorong lebih kuat,” katanya.

Dorong Sejumlah Proyek Strategis

Dalam menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sumbawa telah mendorong proyek strategis, salah satunya hilirisasi ternak senilai Rp1,3 triliun untuk memperkuat investasi dan ekonomi daerah. “Proyek hilirisasi ternak ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi dan investasi di daerah kita,” jelasnya.

Dari sisi partisipasi publik, pemerintah telah menampung 633 usulan masyarakat melalui Musrenbang dengan mayoritas berada di sektor infrastruktur. “Sebanyak 74 persen usulan masyarakat masih didominasi infrastruktur, disusul sektor ekonomi dan SDM,” paparnya.

Selain itu, aspirasi melalui jalur DPRD mencapai 2.874 usulan dengan dominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur wilayah. “Ini menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas utama yang harus kita jawab,” tegasnya.

Dalam proyeksi ekonomi 2027, Pemkab Sumbawa menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 hingga 5,5 persen dengan pengendalian inflasi di angka 3 persen plus minus 1 persen. “Kita pasang target optimistis, pertumbuhan ekonomi 5,2 sampai 5,5 persen dengan inflasi tetap terkendali,” ujarnya.

Di tengah target tersebut, ia mengakui adanya tekanan fiskal akibat penurunan dana transfer pusat, sehingga proyeksi pendapatan daerah 2027 hanya sekitar Rp1,93 triliun. “Kita harus realistis, ada penyesuaian fiskal sekitar Rp800 miliar dari proyeksi awal RPJMD,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis melalui penajaman prioritas program, efisiensi anggaran, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. “Kuncinya adalah fokus pada prioritas dan memperkuat kolaborasi agar pembangunan tetap berjalan optimal,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button