Pemkab Sumbawa Targetkan Pembangunan Bendungan Kerekeh Dimulai 2028
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menargetkan pembangunan Bendungan Kerekeh mulai berjalan pada 2028. Saat ini, pemerintah masih mengusulkan review desain proyek tersebut ke pemerintah pusat.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengatakan pihaknya telah melengkapi dokumen Readiness Criteria (RC) Bendungan Kerekeh sejak 2021.
Namun, pemerintah pusat saat itu memprioritaskan pembangunan Bendungan Beringin Sila sehingga proyek Kerekeh tertunda.
“RC kita sudah lengkap sejak 2021. Tetapi karena saat itu diprioritaskan ke Bendungan Beringin Sila, maka kita perlu mereview kembali desain Bendungan Kerekeh karena sudah lebih dari lima tahun,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara saat ini menangani proses review desain tersebut. Pemerintah daerah mengajukan pembaruan itu untuk menyesuaikan kondisi terbaru, termasuk data teknis dan harga.
“Kita masih mengusulkan review desainnya,” jelasnya.
Pemkab Sumbawa memperkirakan kebutuhan lahan Bendungan Kerekeh mencapai sekitar 380 hektare yang mencakup kawasan hutan, lahan sawah, dan perkebunan milik masyarakat.
Suharmaji menegaskan, pemerintah akan mengurus persetujuan penggunaan kawasan hutan ke Kementerian Kehutanan. Sementara itu, Pemkab Sumbawa juga akan menyesuaikan mekanisme pembebasan lahan milik warga dengan kondisi terbaru.
“Karena datanya sudah hampir lima tahun, kita perlu menyesuaikan kembali, termasuk harga dan kondisi lahannya,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Sumbawa telah membangun jalan akses dari jalan bypass menuju lokasi bendungan dengan lebar sekitar 30 meter.
Pemerintah memanfaatkan akses tersebut untuk mendukung pengembangan kawasan sekitar, termasuk keberadaan calon fasilitas seperti Yonif-TP dan SMA Unggul Garuda.
“Jalan akses itu sudah kita siapkan untuk mendukung pembangunan ke depan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap proses review desain segera selesai sehingga pembangunan fisik Bendungan Kerekeh dapat mulai sesuai target.
“Harapan kami, 2028 sudah bisa mulai konstruksi,” harapnya. (*)



