Pemkab Sumbawa Rampungkan Administrasi Syarat SMA Unggul Garuda, Dua Lokasi Disiapkan untuk Peninjauan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyelesaikan seluruh administrasi dan dokumen persyaratan (readiness criteria), sebagai syarat pembangunan SMA Unggul Garuda.
Pemkab Sumbawa kini menunggu keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI setelah menyiapkan seluruh kebutuhan untuk proses penilaian pusat.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya menjelaskan, Pemkab menggelar rapat untuk mengecek kesiapan dokumen sebelum kedatangan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Ia juga menyebut Pemerintah Pusat akan meninjau langsung dua lokasi yang Pemkab Sumbawa usulkan, yakni Samota dan Kerekeh.
“Kemarin kita adakan rapat untuk pembangunan Sekolah Garuda. Intinya kita mengecek kesiapan readiness criteria, dokumen pendukung untuk kedatangan Dirjen Dikti yang akan meninjau lokasi di Samota maupun Kerekeh,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 22 Januari 2026.
Ia menegaskan seluruh dokumen kesiapan sudah tersusun lengkap. Pemkab Sumbawa kini hanya menunggu hasil penilaian dari kementerian terkait penempatan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Sumbawa.
“Alhamdulillah readiness criteria sudah kita siapkan semua. Tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Diktisaintek untuk penempatan sekolah itu,” katanya.
Pemkab Sumbawa menyiapkan dua lokasi yang akan kementerian tinjau, yakni kawasan Samota dan wilayah Kerekeh. Penentuan lokasi akhir sepenuhnya berada di tangan kementerian setelah proses verifikasi lapangan.
“Nanti dua lokasi akan ditinjau, Samota dan Kerekeh. Kepastian yang mana dan kapan itu dari kementerian,” jelasnya.
Suharmaji menambahkan, Sumbawa harus bersaing dengan banyak kabupaten dan kota lain yang juga mengusulkan diri sebagai lokasi Sekolah Unggul Garuda. Karena itu, kesiapan dokumen, data pendukung, dan kesiapan daerah menjadi faktor penilaian penting dari Pemerintah Pusat.
Lokasi Usulan di Kabupaten Sumbawa
Ia menilai, Kabupaten Sumbawa memiliki keunggulan dari sisi lingkungan dibandingkan daerah lain. Menurutnya, lokasi yang Pemkab usulkan berada di kawasan dengan potensi pariwisata dan alam yang kuat.
Samota menawarkan kawasan wisata, sementara Kerekeh memiliki lanskap pegunungan dan alam terbuka. “Kalau unggulan kita dari segi lingkungan dan dukungan alam. Samota dengan pariwisatanya, Kerekeh dengan pegunungan. Ini sudah masuk kriteria sekolah semi-alam,” ujarnya.
Selain administrasi dan kesiapan lokasi, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan infrastruktur dasar seperti listrik dari PLN dan jaringan telekomunikasi.
Selain itu, lahan yang Pemkab siapkan seluas 10 hektare di Samota dan 10 hektare di Kerekeh dengan antisipasi kebutuhan perluasan jika kementerian meminta tambahan. “Kalau Samota 10 hektare, Kerekeh juga 10 hektare. Kalau ada permintaan lebih, kita sudah siapkan,” tambahnya.
Saat ini, lanjutnya, Pemkab Sumbawa menunggu peninjauan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan keputusan akhir pemerintah pusat terkait lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda. (*)



