Sumbawa

Rekrutmen Nakes Jalur BLUD Sumbawa Mulai Bulan Depan

Sumbawa Besar (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menargetkan mulai merekrut tenaga kesehatan (nakes) melalui jalur BLUD paling lambat bulan depan. Sebelumnya, 424 Nakes Non ASN Pemkab Sumbawa yang tidak terdata dalam database dirumahkan per-tanggal 31 Desember 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, mengatakan saat ini, Pemkab masih menunggu pengesahan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum.

Ia juga menjelaskan, pihaknya telah merampungkan seluruh tahapan administratif, termasuk harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Mataram serta konsultasi dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi NTB.

“Sekarang tinggal penetapan Perbup. Paling telat bulan depan kita mulai rekrutmen,” katanya kepada NTBSatu, Minggu, 19 April 2026.

Ia menegaskan, setelah Perbup terbit, Dinas Kesehatan akan langsung membuka proses perekrutan. Pihaknya juga telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis untuk pelaksanaan seleksi.

“Kami sudah menyiapkan semua, mulai dari teknis seleksi hingga tes,” tambahnya.

Berbeda dengan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), Pemkab Sumbawa membuka rekrutmen melalui jalur khusus. Dinas Kesehatan memprioritaskan tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman kerja di fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas.

“Kami merekrut tenaga yang sudah pernah bekerja di fasilitas kesehatan. Kami memprioritaskan mereka yang memiliki pengalaman,” jelasnya.

Sarip menambahkan, Dinas Kesehatan tidak membatasi masa kerja secara ketat. Tenaga kesehatan dengan masa kerja di bawah satu tahun tetap bisa mengikuti seleksi, selama pernah mengabdi di fasilitas kesehatan.

“Kuncinya, mereka sudah pernah bekerja di Puskesmas atau fasilitas kesehatan. Itu yang kami rekrut,” tegasnya.

Pemkab Sumbawa berharap rekrutmen ini segera memperkuat layanan kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Kami berharap langkah ini segera memberi kepastian bagi tenaga yang sempat dirumahkan sekaligus memenuhi kebutuhan pemerataan layanan kesehatan,” katanya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button