Bulog Sumbawa Siap Serap 59 Ribu Ton Beras dan 60 Ribu Ton Jagung di 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa menargetkan, penyerapan 59.000 ton beras dan 60.000 ton jagung sepanjang 2026.
Penyerapan ini di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Upaya ini dengan penguatan pascapanen, penambahan gudang, hingga pembelian langsung ke lokasi petani.
Pemimpin Cabang Bulog Kancab Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto mengatakan, kesiapan penyerapan fokus pada kualitas gabah, agar hasil panen petani dapat terserap optimal dan langsung masuk ke gudang Bulog.
“Serapan gabah harus didukung kesiapan penggilingan dan pengeringan. Kami ingin gabah petani benar-benar terakomodir, kualitasnya terjaga, dan berasnya bisa langsung masuk gudang,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Saat ini, gudang induk Bulog di Sumbawa dalam kondisi penuh terisi beras. Untuk mengantisipasi lonjakan panen, Bulog mengajukan penambahan ruang gudang melalui skema sewa ke kantor wilayah dan diteruskan ke kantor pusat untuk mendapat persetujuan.
Bulog mengikuti kebijakan pemerintah terkait harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, sedangkan Beras Rp12.000 per kilogram di gudang
Penetapan harga gabah mempertimbangkan kualitas. Ke depan, penugasan Bulog akan menambahkan frasa usia panen cukup, agar petani tidak memanen padi terlalu dini.
“Kami harapkan tidak ada lagi gabah hijau atau usia muda karena itu menurunkan rendemen. Sosialisasi sudah kami lakukan bersama BPP dan Babinsa,” jelasnya.



