Ungkapan Pilu Anak dr. Jack: Mami, Baba Bobok ya?
Mataram (NTBSatu) – Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Lalu Herman Mahaputra alias dr. Jack tutup usia pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi rekan sejawat maupun masyarakat, yang pernah merasakan kebaikannya dalam birokrasi maupun pelayanan kesehatan.
Rupanya di balik ribuan doa dari para kolega, sebuah momen menyesakkan dan menyayat hati justru terekam kamera Seorang anak kecil yang merupakan putra dr. Jack, tampak memandangi kerumunan dengan tatapan polos. Dalam dekapan ibunya, ia melontarkan sebuah pertanyaan.
“Mami, baba bobok ya?”, katanya yang NTBSatu kutip dari unggahan akun Facebook Baiq Diah Fitriani, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pernyataan tersebut keluar begitu saja dari bibir sang anak. Sebagai tanda ia belum benar-benar mengerti, ayahnya sudah menyelesaikan tugasnya di dunia.
Dokter Jack terkenal dengan karakter tegasnya dalam memimpin dan menjalankan standar medis. Ia menjadi mentor yang menuntut dedikasi tanpa kompromi, demi keselamatan pasien.
Bahkan, rekan sejawatnya juga menilai mantan Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB ini sebagai pribadi yang tidak pernah mengeluh. Meski, beban kerja seringkali melampaui batas.
Di dunia medis, kepergian dr. Jack menyisakan standar pelayanan. Namun bagi sang anak, warisannya adalah kenangan tentang seorang ayah.
Di balik ketegasan dr. Jack di rumah sakit, rupanya jauh berbeda dengan sosoknya saat di rumah yang dikenal lembut. Pertanyaan “Baba bobok ya?” menjadi pengingat pahit bagi banyak orang. Di balik figur yang tangguh, ada sisi mengharukan seorang ayah yang anaknya cintai.
Momen kehadiran anaknya mendapat banyak perhatian dari warganet. Banyak yang mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
Unggahan foto yang menunjukkan anaknya tengah ibunya dekap erat menjadi saksi bisu. Di balik ketegaran keluarga, tersimpan beban untuk menjelaskan makna “bobok” yang sebenarnya.
Suara polos anak yang menanyakan keberadaan ayahnya akan terus terngiang. Menjadi potret kata “bobok” yang bermakna kehilangan. (Inda)



