Bupati Amar Soroti Distribusi Kartu KSB Maju di Maluk Baru 42,36 Persen
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menyoroti realisasi distribusi Kartu KSB Maju di Kecamatan Maluk yang baru mencapai 42,36 persen. Ia meminta pemerintah desa bergerak cepat, agar seluruh penerima segera memegang kartu KSB Maju.
Bupati Amar menyampaikan hal itu saat memimpin Safari Ramadan Pemkab Sumbawa Barat di Masjid Al-Ikhlas, Desa Bukit Damai, Selasa, 3 Maret 2026. Ia hadir bersama Wakil Bupati, Sekda, jajaran Forkopimda, kepala OPD, perwakilan PT Amman Mineral, camat, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat.
Data terbaru mencatat, dari total 4.979 Kepala Keluarga (KK) penerima di Maluk, petugas baru menyalurkan 1.980 kartu. Sebanyak 2.676 KK masih menunggu proses distribusi.
“Distribusi sudah satu putaran ke semua desa. Tetapi angka 42 persen ini harus kita dorong agar segera tuntas,” tegasnya.
Ia meminta kepala desa tidak hanya menunggu jadwal dari kabupaten. Pemerintah desa harus aktif mendata dan memastikan warganya tidak tertinggal.
Menurut Bupati Amar, sejumlah kendala menghambat penyaluran. Banyak kepala keluarga tidak berada di tempat saat pembagian, bekerja di luar daerah, atau mengalami perubahan data kependudukan.
“Warga yang belum ambil kartu bisa langsung datang ke Bank NTB Syariah Cabang Maluk untuk ambil buku tabungan dan kartunya,” ujarnya.
Secara umum, Pemkab Sumbawa Barat tengah memproses sekitar 900 perubahan data penerima dan sekitar 300 KK belum rampung. Bupati Amar menargetkan, distribusi Kartu KSB Maju selesai pada April 2026.
Bupati Amar menegaskan Kartu KSB Maju bukan sekadar bantuan tunai. Program ini juga memuat bantuan pendamping pasien rujukan Rp1,5 juta, bantuan lansia Rp250 ribu per bulan saat masuk usia 68 tahun, serta layanan TRC ambulans untuk seluruh masyarakat.
“Program ini kita siapkan untuk melindungi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Pastikan Program Pengelolaan Sampah
Selain menyoroti Kartu KSB Maju, Bupati Amar juga memastikan program pengelolaan sampah tetap berjalan. Ia menyebut TPS untuk wilayah Jereweh, Maluk, dan Sekongkang segera masuk tahap pembangunan. Pemkab bersama PT Amman Mineral telah menyiapkan lahan sekitar 4,5–5 hektare di Benete.
“TPS ini harus segera kita realisasikan. Kita ingin 2027 KSB masuk kategori Kabupaten/Kota Bersih,” katanya.
Ia juga mengingatkan, setiap desa wajib memiliki bank sampah mulai 2026 sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu.
Bupati Amar juga mengapresiasi masyarakat Maluk yang tetap menjaga situasi kondusif selama Ramadan, meski wilayah ini memiliki latar belakang yang beragam.
Menjelang pemilihan kepala desa serentak pada September-November 2026, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas agar proses demokrasi berjalan aman dan damai. (*)



