Antusiasme Tinggi, 659 Pemuda KSB Ikuti Seleksi Beasiswa UT School
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Gelombang antusiasme pemuda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memuncak dalam seleksi beasiswa kolaborasi UT School (United Tractors), PT Amman Mineral, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Sebanyak 659 peserta yang lolos administrasi memadati lokasi Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara di Gedung Sekretariat Daerah KSB, Kamis, 9 April 2026.
Persaingan akan berlangsung sangat ketat, mengingat kuota final hanya 16 penerima beasiswa aktif. Program beasiswa pelatihan mekanik alat berat ini merupakan langkah konkret Pemerintah KSB dalam mencetak talenta lokal berdaya saing internasional, sesuai standar industri global.
Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa Barat, Randi Darmansyah menjelaskan, untuk menjaga ketertiban, panitia membagi tahapan tes menjadi tiga sesi. Sesi pertama bagi peserta dari wilayah Selatan yang memiliki jarak tempuh terjauh, agar bisa langsung mengikuti wawancara di hari yang sama.
“Sesi satu ini nanti diisi dari daerah terjauh Jereweh, Maluk, Sekongkang. Karena mereka jauh, jadi kita usahakan untuk interview juga hari ini,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 9 April 2026.
Dari total 659 peserta, panitia akan menjaring 21 orang untuk melaju ke tahap Medical Check Up (MCU) pada pertengahan April mendatang. Angka tersebut kemudian akan mengerucut menjadi 16 peserta aktif dan 5 peserta cadangan.
“Nanti diumumkan ada 21 orang, 16 peserta aktif dan 5 cadangan. Ini yang nanti akan di-MCU,” jelas Randi mengenai tahapan seleksi tersebut.
Terkait integritas, Randi menegaskan pesan Bupati KSB agar proses ini bersih dari praktik titipan. Segala tahapan berlangsung secara transparan sesuai standar ketat pihak UT School dan AMMAN.
“Sesuai dengan pesannya Pak Bupati, ini tidak ada intervensi dari pihak manapun, tidak boleh dititip-titip. Benar-benar riil, benar-benar sesuai dengan standar,” tegasnya.
Jadi Penggerak Industrialisasi Ketenagakerjaan di KSB
Randi juga menaruh harapan besar, agar program ini menjadi motor penggerak industrialisasi ketenagakerjaan di KSB. Ia berharap, para lulusan nantinya menjadi contoh nyata keberhasilan revitalisasi BLK yang kini berbasis penempatan kerja.
“Kita berharap lulusan-lulusan ini memang menjadi contoh. Ini program awal untuk industrialisasi ketenagakerjaan dari KSB Maju Luar Biasa,” tambahnya.
Pemerintah daerah ingin memastikan pendidikan yang diberikan memiliki relevansi dengan kebutuhan industri. Fokus utamanya adalah memastikan para lulusan memiliki kualifikasi yang diakui dan siap ditempatkan di perusahaan-perusahaan besar.
“Bapak Bupati sudah pesankan semua jenis pelatihan ini harus berbasis penempatan. Kalau yang berbasis industri, diusahakan langsung penempatan kerja,” tutup Randi.
Para peserta yang terpilih akan menjalani prosesi pelepasan resmi pada 24 April, sebelum bertolak menuju Jakarta pada 28 April 2026 untuk memulai pelatihan intensif selama satu tahun. (Andini)



