Dinas Pertanian KSB Targetkan Pemetaan Hama Rampung Kamis, Obat Segera Disalurkan
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bergerak cepat merespons laporan serangan hama yang mulai mengancam sejumlah lahan pertanian warga. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor pertanian daerah.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian KSB, Syamsul Rizal menjelaskan, saat ini pihaknya sedang memacu proses pemetaan (mapping) mendetail di seluruh wilayah terdampak. Langkah ini sangat krusial untuk menentukan jenis intervensi yang akan diberikan kepada petani.
“Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi intensif bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta petugas pengamat hama. Fokus utama kami adalah melakukan pemetaan sesuai dengan kebutuhan nyata di setiap titik lahan,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, pemetaan tersebut mencakup identifikasi jenis organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang serta perhitungan volume obat-obatan yang diperlukan. Akurasi data ini menjadi kunci agar bantuan pemerintah nantinya benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Ingatkan Tim Bergerak Cepat
Rizal juga menegaskan, tim di lapangan harus bekerja cepat mengingat kondisi serangan hama yang bisa meluas dalam waktu singkat. Ia telah memberikan instruksi tegas mengenai batas waktu pengumpulan data tersebut.
“Kami memberikan tenggat waktu yang ketat bagi tim di lapangan. Kami targetkan seluruh proses pemetaan ini harus sudah rampung pada hari Kamis besok,” tegasnya.
Begitu seluruh data kebutuhan dari tingkat kecamatan terkumpul pada hari Kamis, Dinas Pertanian akan segera melanjutkan ke tahap distribusi obat-obatan. Harapannya, dapat memberikan kepastian bagi para petani yang saat ini sedang merasa khawatir akan kelangsungan masa tanam mereka.
Pemerintah daerah ingin memastikan petani mendapatkan bantuan teknis berupa obat-obatan untuk menyelamatkan tanaman mereka sejak dini. Dengan demikian, ancaman kerusakan lahan bisa ditekan seminimal mungkin guna menjaga produktivitas pangan.
Upaya intervensi fisik ini dilakukan untuk memperkuat skema perlindungan petani secara menyeluruh. Langkah ini menjadi pelengkap setelah sebelumnya Pemkab KSB menghadirkan pihak asuransi Jasindo untuk memberikan jaminan proteksi finansial atau asuransi gagal panen bagi para petani.
Melalui sinkronisasi antara penanganan hama secara teknis dan perlindungan asuransi dari Jasindo tersebut, Pemkab KSB berharap sektor pertanian tetap tangguh. Langkah proaktif ini diharapkan mampu melindungi kesejahteraan petani dan mendukung agenda ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (Andini)



