Pemprov NTB Bentuk Satgas Antisipasi Lonjakan Angkutan Ternak Jelang Iduladha
Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam mengantisipasi lonjakan angkutan ternak menjelang Hari Raya Iduadha Tahun 2026.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar menyampaikan, pembentukan Satgas ini guna mengurai potensi permasalahan di lapangan. Terutama penumpukan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan.
“Pembentukan Satgas ini untuk memastikan pengaturan berjalan optimal di lapangan. Kami sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar proses distribusi ternak dapat berjalan lancar dan terukur,” ujar Ervan, Rabu, 8 April 2026.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan perluasan buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan. Ia menilai, langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pengangkut ternak yang biasanya meningkat signifikan menjelang Iduladha.
“Buffer zone kita siapkan lebih luas agar kendaraan tidak menumpuk di dalam pelabuhan. Ini bagian dari mitigasi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahun,” jelasnya.
Dari sisi hulu, Dinas Perhubungan NTB memperkuat pengaturan jadwal keberangkatan ternak juga dengan melibatkan Dinas Peternakan. Distribusi ternak dari wilayah sentra seperti Bima dan Sumbawa akan diatur secara bertahap menyesuaikan kondisi di pelabuhan.
“Kalau dari hulunya sudah kita atur, insyaAllah tidak ada kemacetan. Jadi pengendalian ini tidak hanya di pelabuhan, tapi juga sejak dari daerah asal ternak,” tambahnya.
Tambah Jumlah Dermaga Operasional
Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Dinas Perhubungan NTB juga mengoptimalkan fasilitas pelabuhan dengan menambah jumlah dermaga operasional. Dari sebelumnya dua dermaga, kini menjadi tiga dermaga guna mengakomodasi tingginya intensitas pergerakan orang dan barang.
“Untuk penambahan dermaga masih proses usulan ke ASDP sebagai pengelola pelabuhan kayangan poto tano, dari 2 yang ada sekarang manjadi 3 pelabuhan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov NTB juga memaksimalkan alternatif pengangkutan melalui program tol laut juga. Serta, menyiapkan kapal tol laut dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan, sebagai opsi distribusi tambahan ke Pulau Jawa.
“Kami juga mendorong deviasi angkutan ternak melalui jalur tol laut. Deviasi rute yang semula dari Bima ke Tanjung Priok (Jkt) kita ubah menjadi Bima Tanjung Perak (Sby). Sehingga ada percepatan perpindahan ternak dr NTB ke Pulau Jawa karena waktu tempuh sekali angkut menjadi lebih singkat,” ungkapnya.
Dinas Perhubungan NTB juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan pemerintah pusat terkait kesiapan armada, termasuk fasilitasi perpanjangan masa docking kapal khusus ternak guna memastikan aspek keselamatan dan keberlanjutan operasional.
Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Dishub NTB juga siap mengajukan surat resmi kepada kementerian terkait apabila diperlukan, termasuk untuk penguatan regulasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan ternak.
Melalui langkah-langkah ini, Pemprov NTB optimistis distribusi ternak menjelang Idul Adha dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti, sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah dapat terpenuhi dengan baik. (*)



