Pemerintahan

“Disenggol”Gubernur Iqbal, Aji Maman Anggap Ajakan Kolaborasi 

Mataram (NTBSatu) – Nama Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah jadi pusat perhatian. Berulangkali Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut namanya, saat Paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), Selasa, 22 April 2026. 

Selain dapat senggolan Gubernur, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda juga mengulang menyebut namanya Aji Maman, sapaan politisi PAN tersebut. Berkembang spekulasi, penyebutan nama Maman kaitannya dengan sikap kritisnya pada kebijakan kebijakan Pemprov NTB. Bahkan dalam forum DPRD NTB, ia terkenal cukup vokal.  

Politisi Dapil VI Bima – Dompu ini memang sadar jadi pusat perhatian saat itu. Ia pun sadar, penyebutan namanya berulang kali karena sikap kritisnya pada kebijakan Pemprov. Keyakinan Maman, karena Gubernur saat itu menyebut, semua kritik yang tersampaikan sudah masuk catatan Iqbal. 

Bagi Aji Maman, kritik tidak akan terjadi, apabila Gubernur sebagai penyelenggara Pemerintahan Daerah, mampu menghadirkan diskusi. Sebab diskusi sebagai media komunikasi bagi sesama penyelenggara pemerintah daerah. 

“Jika ada, kebijakan daerah yang tidak sesuai dengan aturan, mari kita koreksi lewat diskusi, lewat pertemuan-pertemuan. Itu yang diminta pak Gubernur,” ungkap Maman kepada NTBSatu melalui WhatsApp, Minggu 26 April 2026. 

Maman bersyukur atas respon positif dari Gubernur, untuk membuka diskusi terhadap masalah-masalah yang bertentangan dengan aturan melalui komunikasi. 

Selama ini, ia merasa adanya permasalahan dalam komunikasi,  di lingkup Pemerintah Daerah. Ia cermati di berbagai saluran. Baik dari media mainstream, media sosial, ataupun forum-forum yang ada di lingkup itu sendiri.

Permasalahan komunikasi di tingkat daerah, tidak hanya berdampak pada proses pengambilan keputusan. Jika pemerintah tidak segera berbenah, nantinya permasalahan tersebut akan berdampak terhadap hal-hal lain, salah satunya ialah turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintahan. 

Tujuan Ajak Kolaborasi

Ia pastikan tidak merasa keberatan, meskipun dalam rapat tersebut Gubernur beberapa kali menyebut namanya. Menurutnya itu hanya sebuah candaan dari Gubernur untuk membangun kebersamaan. 

Dalam Rapat tersebut Gubernur NTB mengungkapkan, segala bentuk kritik dan masukan yang terlontar Maman, telah menjadi catatannya. 

Meski begitu ia berharap, kritik dan masukan yang ia berikan tidak hanya berhenti di catatan. “Artinya jangan hanya sampai jadi catatan, tapi juga tidak lanjut,” Katanya. 

Sebagai penyelenggara Pemerintahan daerah, tentunya sudah menjadi kewajiban bagi Gubernur dan DPRD NTB untuk terus bersinergi bersama, guna mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia”. (Arum) 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button