Stok Air Bendungan Aman, Petani KSB Tak Perlu Risau Hadapi Musim Kemarau
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan, pasokan air untuk sektor pertanian dalam kondisi aman menjelang musim kemarau 2026. Infrastruktur pengairan di KSB diklaim siap menghadapi transisi cuaca guna menjaga stabilitas produksi pangan.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Syamsul Rizal mengatakan, optimalisasi sumber daya air menjadi kunci utama menghadapi kemarau tahun ini. Ia meminta petani tidak perlu khawatir berlebih terkait kecukupan irigasi.
“Ketersediaan air bisa kita bilang aman lah. Infrastruktur kita siap menyuplai kebutuhan petani,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 2 April 2026.
Stabilitas air di KSB saat ini sangat bergantung pada dua infrastruktur strategis nasional, yang menjadi tulang punggung pengairan wilayah hilir. “Sumber utamanya dari Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk. Itu dua sumber utama yang menjamin ketersediaan air kita tetap terjaga,” jelasnya.
Kendati pasokan air melimpah, pemerintah tetap mengingatkan petani untuk cermat dalam menentukan pola tanam. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan tanah, yang sering kali mengalami kejenuhan akibat pola tanam yang tidak teratur.
Dinas Pertanian KSB mengarahkan agar pada musim tanam ketiga nanti, petani mulai beralih ke tanaman palawija. Langkah ini bertujuan untuk menghemat penggunaan air serta memberikan waktu bagi tanah untuk “bernafas”.
“Tanah perlu oksigen. Jika terus dipaksa menanam padi tanpa jeda, mikroorganisme tidak akan bekerja optimal. Kondisi tanah yang masih panas saat dipaksa tanam kembali justru merugikan petani,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah menyiagakan penyuluh di tiap desa untuk mengedukasi petani mengenai pengolahan tanah yang benar sebelum memasuki puncak kemarau. Hal ini termasuk pemberian kapur dolomit untuk menjaga kualitas tanah agar tetap produktif.
“Koordinasi petugas di lapangan terus kita perkuat untuk memastikan sosialisasi budidaya yang tepat di musim kemarau berjalan maksimal,” tambahnya. (Andini)



