SMAN 1 Lingsar Terapkan CBT dan Pengawasan Ketat saat Ujian Sekolah
Mataram (NTBSatu) – SMAN 1 Lingsar melaksanakan Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas XII, dengan sistem kombinasi Computer Based Test (CBT) dan manual. Sekolah menggelar ujian ini sejak tanggal 6 hingga 11 April dan memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala SMAN 1 Lingsar, Efendi Agung menyatakan, pelaksanaan ujian hingga hari keempat tidak mengalami gangguan, khususnya pada jaringan yang menjadi penunjang utama sistem CBT.
“Dari hari pertama sampai hari keempat tidak ada kendala, terutama jaringan. Semuanya berjalan lancar,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, siswa mengerjakan soal pilihan ganda melalui sistem CBT menggunakan ponsel, sementara mereka menulis jawaban esai secara manual di kertas.
Sekolah menerapkan sistem semi-online dalam pelaksanaan ujian. Siswa menggunakan ponsel tanpa kartu SIM dan hanya mengakses jaringan internal yang telah sekolah siapkan.
“HP siswa tidak menggunakan SIM card. Jadi hanya terkoneksi dengan jaringan yang sudah disiapkan sekolah,” jelasnya.
Efendi menyebut tingkat kehadiran siswa mencapai sekitar 99 persen. Hanya sebagian kecil siswa yang absen karena sakit atau kondisi darurat.
Untuk menjaga integritas ujian, sekolah menugaskan dua guru di setiap ruang sebagai pengawas. Para guru tersebut berasal dari internal sekolah dan telah menandatangani pakta integritas.
Sekolah juga membekali sistem CBT dengan fitur pengamanan ketat. Sistem tersebut mencegah siswa membuka aplikasi lain atau mencari jawaban melalui internet selama ujian berlangsung.
“Kalau siswa mencoba keluar dari aplikasi, sistem langsung mendeteksi dan memberikan peringatan hingga sanksi,” tegasnya.
Antisipasi Potensi Kecurangan
Selain itu, sekolah mengantisipasi berbagai potensi kecurangan, seperti penggunaan hotspot eksternal, bluetooth, hingga ponsel ganda. “Petugas akan memeriksa siswa sebelum mereka memasuki ruang ujian,” tambahnya.
Efendi mengungkapkan, pengawas menemukan satu kasus siswa yang mencoba menggunakan dua ponsel, namun pengawas langsung menanganinya. Di sisi lain, sekolah tetap memberi perhatian kepada siswa yang mengalami kendala kesehatan.
Sekolah menyediakan ruang khusus bagi siswa yang masih bisa hadir, sementara siswa yang tidak dapat datang mengikuti ujian susulan. Sekolah mengatur ujian dalam tiga sesi setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga sekitar 14.30 Wita, dengan durasi 120 menit untuk setiap mata pelajaran.
Efendi menegaskan, sekolah tidak mengaitkan keikutsertaan ujian dengan persoalan administrasi atau sumbangan. “Tidak ada kaitan antara sumbangan dengan keikutsertaan ujian. Semua siswa tetap bisa ikut,” tegasnya.
Tahun ini, lebih dari 300 siswa mengikuti Ujian Sekolah di SMAN 1 Lingsar. Pihak sekolah juga rutin melaporkan pelaksanaan ujian setiap hari kepada Cabang Dinas Pendidikan.
“Dengan berbagai persiapan dan pengawasan, kami memastikan pelaksanaan Ujian Sekolah berjalan tertib, lancar, serta menjunjung tinggi kejujuran,” tutupnya. (*)



