Pendidikan

Jelang Ujian Sekolah, SMA di Mataram dan Lobar Perkuat Pengawasan dan Mental Siswa

Mataram (NTBSatu) – Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas XII. Selain kesiapan teknis, sekolah juga memberi perhatian pada penguatan pengawasan serta kondisi mental siswa.

Di SMAN 5 Mataram, persiapan Ujian Sekolah berjalan sesuai rencana. Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, mengatakan sebanyak 431 siswa kelas XII di sekolahnya akan mengikuti ujian tahun ini.

IKLAN

Ia menjelaskan, seluruh perangkat ujian, termasuk penyusunan soal, ditargetkan rampung sebelum memasuki bulan puasa.

“Persiapan US sudah on progress. Sesuai juknis, kami sudah menyiapkan semua perangkat,” ujar Siti Nurhani kepada NTBSatu, kemarin.

Ia menambahkan, dua guru menyusun soal untuk setiap mata pelajaran. Tim validator kemudian memeriksa kualitas soal, kesesuaian dengan kisi-kisi, serta tingkat kesulitan.

“Tim melakukan validasi paling lambat H-1 sebelum ujian agar soal benar-benar berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, proses validasi yang ketat penting untuk menjaga kredibilitas ujian agar hasilnya benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.

“Kami ingin ujian ini punya marwah. Hasilnya harus menggambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

SMAN 5 Mataram juga menekankan integritas selama pelaksanaan ujian dengan memperketat pengawasan serta membangun budaya anti-menyontek.

“Kalau ada siswa menyontek, saya justru menegur guru pengawasnya. Artinya, pengawasan belum maksimal,” tambahnya.

Persiapan Rampung

Sementara itu, di Lombok Barat, SMAN 1 Gunungsari menyatakan kesiapan penuh menghadapi Ujian Sekolah. Kepala sekolah, Musyrifin, menyebut seluruh aspek, mulai dari sarana prasarana hingga administrasi soal, telah rampung.

“Untuk Ujian Sekolah, kami sudah siap 100 persen,” ujarnya kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.

Sebanyak 376 siswa kelas XII akan mengikuti ujian dengan dukungan 11 ruang ujian guna menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan.

Pada hari pertama masuk sekolah pascalibur, tingkat kehadiran guru di SMAN 1 Gunungsari mencapai 97 persen. Kehadiran siswa juga tercatat tinggi. Sekolah mengawali kegiatan dengan apel pagi, dilanjutkan halal bihalal, pembinaan oleh wali kelas, serta gotong royong membersihkan lingkungan kelas.

Sekolah juga menggelar istigasah dan doa bersama untuk mendukung kesiapan mental siswa. Kegiatan ini diharapkan membantu siswa tetap tenang dan menjaga kondisi psikologis menjelang ujian.

“Kami ingin siswa tetap tenang dan tidak tertekan saat ujian,” jelas Musyrifin.

Ia juga mengimbau siswa untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup teratur, seperti tidak begadang dan sarapan sebelum ujian.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pelaksanaan Ujian Sekolah di wilayah Mataram dan Lombok Barat diharapkan berjalan lancar, tertib, serta menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas hasil ujian. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button