Lombok Barat

Seleksi Kepala BKAD Lobar Diserbu Pelamar Luar Daerah, Meritokrasi Mulai Diuji

Lombok Barat (NTBSatu) Seleksi terbuka jabatan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Barat (Lobar), mulai menunjukkan dinamika baru. Seleksi ini dibuka setelah Kepala BKAD Lobar yang menjabat saat ini, Baiq Yeni S. Ekawati akan pensiun dalam waktu debat karena sudah mencapai batas usia.

Sejak hari pertama pendaftaran, minat aparatur sipil negara (ASN) dari luar daerah langsung bermunculan, menandakan meningkatnya daya tarik birokrasi di daerah ini.

IKLAN

Sejumlah nama dari berbagai wilayah bahkan telah lebih dulu mendaftarkan diri. Di antaranya Ahmad Dhofir Rosidi dari BPBD Kabupaten Pamekasan, La Ode Zahaba yang menjabat sebagai Camat Lasalimu Kabupaten Buton, serta Abdul Manan dari Pemerintah Kota Mataram.

Fenomena ini tidak sekadar soal banyaknya pelamar. Lebih dari itu, seleksi ini menjadi panggung uji bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menerapkan sistem birokrasi berbasis kinerja.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa keterbukaan seleksi jabatan bukan sekadar formalitas administratif. Ia menyebut, proses ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

“Ini bukan sekadar seleksi jabatan, tetapi bagian dari ikhtiar membangun birokrasi yang sehat. Dari mana pun asal ASN, sepanjang memiliki kinerja dan integritas, Lombok Barat terbuka,” ujarnya kepada Media, Jumat, 3 April 2026.

Peserta Memiliki Peluang Sama

Menurutnya, sistem seleksi yang terintegrasi dengan mekanisme nasional memastikan setiap peserta memiliki peluang yang sama, tanpa adanya ruang bagi praktik kedekatan atau kepentingan tertentu.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal perubahan arah birokrasi di Lombok Barat. Jika sebelumnya jabatan sering diasosiasikan dengan faktor non-teknis, kini pemerintah daerah berupaya menempatkan kompetensi dan rekam jejak sebagai pertimbangan utama.

Namun, terbukanya seleksi ini juga menjadi ujian tersendiri. Tingginya minat dari luar daerah menuntut panitia seleksi benar-benar menjaga objektivitas dan transparansi agar prinsip meritokrasi tidak sekadar menjadi jargon.

Masuknya pelamar dari berbagai daerah dinilai sebagai indikasi tumbuhnya kepercayaan terhadap sistem yang dibangun. Di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan bagi ASN lokal untuk mampu bersaing secara sehat dalam sistem yang semakin kompetitif.

Seleksi ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi jumlah pelamar yang terus bertambah.

Pemerintah daerah berharap, proses ini tidak hanya menghasilkan pejabat yang kompeten, tetapi juga memperkuat fondasi reformasi birokrasi di Lombok Barat.

Jika konsistensi ini mampu terjaga, Lombok Barat berpeluang menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil menerapkan birokrasi berbasis kinerja secara nyata, bukan sekadar wacana. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button