Prof. Sukardi Jadikan Halalbihalal Momentum Rekonsiliasi Bangun Unram
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan Halalbihalal dan pelepasan jemaah calon haji di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Unram, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Sukardi menegaskan, momentum Halalbihalal harus bermakna lebih dari sekadar tradisi seremonial. Ia menyebut, kegiatan tersebut sebagai ruang rekonsiliasi untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat kebersamaan civitas akademika.
Menurutnya, Halalbihalal memiliki makna spiritual dan sosial yang penting, terutama untuk membersihkan hati dari prasangka dan perbedaan.
“Halalbihalal bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk memperbaiki hubungan, memperkuat silaturahmi, dan membersihkan hati,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia mengingatkan pentingnya saling memaafkan antar sesama. Ia menilai, seseorang tidak boleh hanya berharap ampunan dari Allah tanpa membuka maaf kepada orang lain.
Prof. Sukardi juga mengutip pesan dalam Al-Qur’an Surat An-Nur, yang mendorong umat untuk memaafkan dan berlapang dada. “Apakah kita tidak ingin Allah mengampuni kita? Maka kita juga harus memaafkan,” katanya.
Sampaikan Permohonan Maaf
Prof. Sukardi juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang sebelumnya bersama dalam dinamika kompetisi internal kampus. Ia menyebut nama-nama seperti Prof. Ali, Prof. Kurniawan, Prof. Dedy, Prof. Yusran, dan Prof. Hamsu.
Ia menegaskan, kontestasi telah selesai dan kini seluruh elemen kampus harus bersatu membangun Unram. “Kompetisi sudah usai. Sekarang waktunya kita bahu-membahu merawat dan mengembangkan rumah besar kita ini,” ujarnya.
Ia menekankan Unram bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga menjadi ruang pengabdian dalam mendidik generasi bangsa.
Dorong Kampus Berdampak
Lebih lanjut, Prof. Sukardi menekankan pentingnya memaknai kegiatan seperti Halalbihalal sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus berdampak. Ia menjelaskan, kampus berdampak tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dampak itu tidak akan hadir tanpa kebersamaan, keikhlasan, dan kolaborasi,” katanya.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut tumbuh melalui momentum Halalbihalal. Saling memaafkan akan menghilangkan sekat ego, sementara silaturahmi memperkuat sinergi antar civitas akademika.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi, sebagaimana ajaran Rasulullah yang melarang memutus hubungan antarsesama.
“Ketika kita saling memaafkan, kita menghilangkan sekat ego. Saat kita bersilaturahmi, kita memperkuat sinergi. Dan ketika hati bersih, kita membuka ruang inovasi dan kerja sama yang lebih besar,” ujarnya.
Perkuat Transformasi Unram
Dalam konteks transformasi, Prof. Sukardi menegaskan, Unram perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset yang solutif, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai seluruh target tersebut hanya bisa tercapai melalui kerja tim yang solid dan kolaboratif. Guru Besar FKIP Unram ini menyebut, momentum Halalbihalal sebagai titik awal untuk memperbarui komitmen dan menyatukan langkah menuju kampus berdampak.
“Momentum ini harus menjadi awal untuk mempererat sinergi dan menyatukan langkah kita,” tegasnya.
Tunggu Implementasi Komitmen
Meski demikian, Prof. Sukardi menekankan, semangat rekonsiliasi dan kebersamaan tersebut harus diikuti dengan implementasi nyata dalam kerja-kerja kampus ke depan.
Ia mengajak seluruh civitas akademika memulai perubahan dari diri sendiri sebagai fondasi penguatan institusi. “Mulai dari pribadi yang lebih baik, menuju institusi yang lebih kuat,” tutupnya. (*)



