Sumbawa Barat

Disnakertrans KSB Berharap Beasiswa UT School Serap Lulusan SMA Sederajat secara Maksimal

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., menaruh harapan besar pada peluncuran program beasiswa mekanik alat berat hasil kolaborasi dengan UT School dan PT Amman Mineral.

Ia menilai, program ini sebagai jawaban atas tingginya angka angkatan kerja muda di KSB. Khususnya, bagi para lulusan baru tingkat menengah yang membutuhkan kualifikasi khusus untuk menembus dunia industri.

IKLAN

Slamet Riadi menyampaikan, prioritas utama dari program ini adalah memberikan keahlian nyata (skill) bagi anak-anak muda KSB. Agar tidak kalah bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

IKLAN

‘’Harapan kami memang program ini mampu menyerap angkatan kerja kita secara maksimal. Terutama anak-anak kita yang baru lulus sekolah. Baik dari jenjang SMA maupun SMK,” ujar Slamet Riadi kepada NTBSatu, Rabu, 11 Maret 2026.

IKLAN

Penyumbang Angkatan Kerja di Sumbawa Barat

Menurut Slamet, kelompok lulusan SMA dan SMK merupakan penyumbang dominan dalam angka angkatan kerja di Sumbawa Barat. Tanpa adanya intervensi berupa pelatihan keterampilan, pemerintah daerah mengkhawatirkan para lulusan baru ini akan sulit mendapatkan akses pekerjaan di sektor industri pertambangan maupun alat berat yang menjadi primadona di daerah tersebut.

“Angkatan kerja kita saat ini cukup banyak, dan mayoritas dari mereka sangat membutuhkan suntikan keahlian atau skill tambahan. Itulah mengapa program ini menjadi prioritas kami di pemerintah daerah,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB ingin memastikan, keberadaan industri besar di daerah memberikan dampak linier terhadap pengurangan angka pengangguran.

Slamet menegaskan, penguasaan keterampilan teknis melalui UT School merupakan tiket bagi putra daerah untuk menjadi pemain kunci di sektor industri nasional.

Dengan adanya pembekalan karakter dan teknik yang kuat, Slamet optimis tantangan pengangguran di KSB dapat ditekan secara signifikan. Terutama, melalui jalur pendidikan vokasi yang terarah dan tepat sasaran.

“Prioritasnya sangat jelas, yaitu anak-anak kita yang butuh skill. Kita ingin mereka siap pakai dan memiliki daya tawar tinggi di hadapan perusahaan-perusahaan besar,” tambahnya. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button