Sumbawa

Perusda Sumbawa “Mati Suri”, Pemkab Kaji Opsi Penyelamatan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Perusahaan Daerah (Perusda) Sumbawa saat ini berada dalam kondisi “mati suri” dan tidak lagi memiliki bisnis inti yang berjalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa pun mulai mengkaji langkah strategis untuk menentukan nasib perusahaan tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya menyebut, aktivitas Perusda saat ini sangat terbatas dan hanya bergantung pada pemanfaatan aset. “Bisa kita bilang ‘mati suri’. Mereka hanya sewa-menyewa aset, tidak ada core business (bisnis inti, red) yang berjalan,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 9 April 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, Perusda masih menjalankan kerja sama dengan pihak ketiga, seperti penyewaan kendaraan. Namun, aktivitas tersebut belum mampu mengangkat kinerja perusahaan secara signifikan.

Meski demikian, Perusda masih menunjukkan aktivitas minimal, seperti memberikan kontribusi kecil dalam kegiatan daerah dan membayar gaji beberapa pegawai. Di sisi lain, Perusda juga menghadapi beban utang sekitar Rp1,5 miliar, termasuk tunggakan pajak. Kondisi ini semakin memperberat langkah pemulihan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Sumbawa kini mempertimbangkan dua opsi utama, yakni revitalisasi atau likuidasi. Ivan menilai, kedua opsi tersebut tetap mengharuskan pemerintah menyelesaikan kewajiban utang.

“Apa pun opsinya, utang tetap harus dibayar. Ini yang masih kita kaji karena kondisi fiskal daerah,” jelasnya.

Selain itu, muncul ketertarikan dari pihak ketiga yang ingin mengambil alih Perusda sekaligus melunasi utangnya. Namun, pemerintah daerah belum mengambil keputusan dan masih meminta pihak tersebut mempelajari kondisi internal perusahaan.

“Belum resmi, masih tahap pembicaraan. Kita minta mereka pelajari dulu,” katanya.

Siapkan Perombakan Total

Ivan menegaskan, jika memilih revitalisasi, pemerintah harus melakukan perombakan total, mulai dari regulasi, struktur organisasi, hingga penentuan bisnis inti baru.

Pemkab Sumbawa menargetkan keputusan terkait nasib Perusda dapat ditetapkan tahun ini, mengingat kondisi perusahaan yang terus menjadi beban keuangan daerah. “Tahun ini kita harapkan sudah ada keputusan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan kondisi yang kian terpuruk, langkah cepat dan tepat menjadi kunci agar Perusda Sumbawa tidak terus berada dalam situasi stagnan tanpa arah bisnis yang jelas. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button