Akselerasi Pendidikan, Pemerintah Siapkan Starlink untuk Sekolah Pelosok dan Program KSB Maju Pendidikan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memacu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal tersebut melalui transformasi digital dan penguatan subsidi pendidikan dalam program KSB Maju Pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi kendala geografis. Terutama, dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi yang sering terkendala sinyal di wilayah terpencil.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di KSB pada tanggal 6 hingga 16 April 2026, secara umum berjalan lancar. Meski demikian, tantangan koneksi internet masih membayangi sekolah di wilayah pelosok, seperti Desa Mantar, Brang Rea, Tongo, hingga ujung Selatan di Talonang.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Harmansyah, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, rencana adopsi teknologi satelit Starlink untuk memastikan akses internet yang stabil di wilayah blank spot.
“Pelaksanaan berjalan lancar, hanya ada kendala sinyal lambat di beberapa titik. Untuk menunjang TKA dan ujian sekolah berikutnya, kami berencana menganggarkan pengadaan penguat sinyal Starlink pada anggaran perubahan nanti,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 9 April 2026.
Skema pengadaannya akan melalui kolaborasi Dinas Pendidikan membiayai perangkat kerasnya. Sementara itu, biaya langganan bulanan menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) masing-masing sekolah.
Langkah ini agar fasilitas di sekolah pelosok setara dengan sekolah di pusat kota. Apalagi, dukungan perangkat seperti Chromebook, laptop, dan PC diklaim sudah tersalurkan 100 persen ke seluruh sekolah di bawah naungan pemerintah daerah.
Subsidi Uang Pangkal dan Beasiswa Mahasiswa
Selain infrastruktur, Pemerintah KSB juga memperkuat sisi finansial masyarakat melalui program unggulan KSB Maju Pendidikan. Program ini berupa subsidi uang pangkal untuk meringankan beban orang tua saat pendaftaran tahun ajaran baru.
Adapun besaran subsidi bervariasi, mulai dari Rp500.000 untuk siswa baru SD, Rp750.000 untuk jenjang SMP, hingga Rp1.000.000 bagi siswa SMA. Sementara itu, mahasiswa baru di perguruan tinggi mendapatkan subsidi mencapai Rp2.000.000.
“Uang pangkal ini diberikan kepada seluruh masyarakat ber-KK Sumbawa Barat, baik yang sekolah di dalam maupun di luar daerah. Dana akan di-transfer langsung ke rekening orang tua guna menunjang keperluan sekolah,” tegas Harmansyah.
Tak berhenti di sana, pada 2026 ini Pemerintah KSB juga telah menganggarkan beasiswa bagi mahasiswa aktif yang tengah menempuh perkuliahan. Penyaluran beasiswa ini nantinya akan berdasarkan pada Kartu Hasil Studi (KHS) dan persyaratan administrasi lainnya, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik putra daerah. (Andini)



