Daerah NTBHEADLINE NEWS

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan Bima.

Dalam keterangan resminya, peringatan ini berlaku mulai 1 Mei 2026 pukul 08.00 Wita hingga 8 Mei 2026 pukul 20.00 Wita.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, S.S.i., menyebutkan, perkiraan kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut berkisar antara cerah hingga hujan sedang. Dengan arah angin dari Timur laut hingga Selatan berkecepatan 5–25 knot.

“Sementara itu, tinggi gelombang diprediksi mencapai 0,5 hingga 4 meter. Dengan pasang maksimum hingga 1,9 meter,” katanya, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, perkiraan waktu pasang maksimum di wilayah Lembar terjadi pada pukul 09.00–14.00 Wita. Sedangkan, di wilayah Sape pada pukul 10.00–16.00 Wita.

Hasil identifikasi BMKG, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob di Pulau Lombok. Meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

“Di Pulau Sumbawa mencakup Sumbawa dan Labuhan Badas. Sementara di wilayah Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota,” ungkapnya.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah agar tetap waspada dan siaga terhadap potensi dampak pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir rob.

“Untuk memperoleh informasi terkini terkait cuaca dan kondisi gelombang, masyarakat diminta memantau kanal resmi BMKG melalui situs maritim.bmkg.go.id,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button