NTB Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 8 Maret 2026.
Kondisi ini akibat adanya gangguan atmosfer yang terpantau signifikan di sekitar wilayah Indonesia. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Juliani Intan Sari mengungkapkan, penyebab utama dinamika pemicu cuaca ekstrem di wilayah NTB saat ini.
​”Adanya Bibit Siklon Tropis ’90s’ di Samudra Hindia sebelah Selatan Pulau Jawa. Dan Bibit Siklon Tropis ’93s’ di Samudera Hindia sebelah Barat Australia,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 5 Maret 2026.
Selain adanya bibit siklon, aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Low Frequency, dan Kelvin di wilayah NTB turut memperkuat potensi hujan. Kondisi semakin tambah parah dengan adanya belokan angin, konvergensi, dan kelembaban udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian.
Adanya gabungan fenomena itu diprediksi menimbulkan pertumbuhan awan cumulonimbus, yang menghasilkan hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.
Seluruh Wilayah di NTB Waspada
Berdasarkan pantauan BMKG, hampir seluruh Kabupaten/Kota di NTB, masuk dalam kategori waspada. Periode awal Maret, prediksinya beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan secara merata, seperti Kota Mataram, Lombok, hingga wilayah Sumbawa dan Bima.
​”Terdapat potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan sedang hingga sangat lebat, yang disertai petir/kilat dan angin kencang,” lanjutnya.
Ancaman cuaca ekstrem juga mengintai wilayah perairan. Tinggi gelombang di Selat Lombok bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Lombok, hingga Samudera Hindia Selatan NTB. Prediksinya bisa mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, terutama pada 5 Maret 2026.
Kondisi ini dapat mengancam keselamatan pelayaran baik untuk aktivitas nelayan atau penyeberangan antar pulau.
Kesiapsiagaan dan Mitigasi
Mengingat risiko cuaca ekstrem yang masih mengintai, pemerintah dan masyarakat diimbau untuk melakukan langkah mitigasi. Mulai dari pemantauan saluran air hingga penataan dahan pohon.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana harapannya melakukan pemantauan informasi cuaca melalui laman resmi BMKG.
​”BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, dan angin kencang,” tutupnya. (Inda)



