BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan NTB hingga 1 Maret 2026
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM), mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan pantauan BMKG melalui data sinoptik, kondisi ini akibat pola angin yang bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut. Adapun kecepatannya mencapai 8 hingga 30 knot.
Prakirawan BMKG Stamet ZAM, Annisa Fauziah mengatakan, kondisi cuaca ekstrem memicu terjadinya potensi gelombang tinggi akan terjadi seminggu ke depan.
“Untuk sepekan ke depan, tinggi gelombang di wilayah perairan NTB masih berada dalam kategori sedang hingga tinggi,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 26 Februari 2026.
Annisa juga menyatakan, jika ketinggian gelombang di perairan NTB diperkirakan antara 1,25 meter hingga 4,0 meter.
Ia menyebut, kondisi ini sangat berpengaruh pada keselamatan pelayaran. Terutama, bagi perahu nelayan dan kapal tongkang yang memiliki risiko tinggi terhadap kecepatan angin di atas 15-16 knot.
Di wilayah NTB, ada beberapa titik yang masuk zona merah waspada, yaitu Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Selatan. Serta, seluruh perairan di Utara dan Selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Kondisi ini juga memicu tingginya gelombang di Samudera Hindia Selatan NTB. Berpeluang mencapai ketinggian maksimal dalam kategori “Tinggi” hingga 2.5-4.0 meter.
Selain itu, Annisa juga menjelaskan, sesuai data infografis BMKG tentang peringatan dini ini mulai berlaku efektif sejak 26 Februari hingga 1 Maret 2026 pukul 08.00 Wita.
Melihat banyak potensi berbahaya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan kondisi ini, terutama bagi yang beraktivitas langsung di sektor kelautan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir, para nelayan, baik pengguna jasa bahari maupun wisata. Agar berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, baik hujan disertai angin kencang maupun gelombang tinggi untuk sepekan ke depan,” tambahnya. (Inda)



