Akselerasi Kualitas Lulusan, STKIP Taman Siswa Bima Pertajam Standar Perencanaan Pembelajaran
“RPS bukan sekadar format, tetapi bagaimana konten di dalamnya memastikan mahasiswa dinilai berdasarkan aktivitas yang dilakukan secara konkret,” Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si.
———————
Bima (NTBSatu) – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, resmi menggelar agenda strategis berupa “Sharing Session Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)”, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Langkah ini sebagai upaya sistematis kampus dalam meningkatkan kualitas output lulusan. Serta, memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif di usia ke-18 tahun.
Kegiatan yang berlangsung daring tersebut menghadirkan pakar pendidikan nasional, Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si., guna memberikan pemaparan mendalam mengenai penyelarasan kurikulum modern
Kegiatan ini menjadi krusial di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis. Di mana akurasi rancangan pembelajaran di kelas menjadi penentu utama kompetensi mahasiswa saat lulus nanti.
Melalui perbaikan RPS, institusi berupaya memastikan setiap materi yang dosen sampaikan memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan industri dan standar nasional pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menekankan pentingnya pembaharuan kapasitas intelektual pengajar secara berkala. Ia menyatakan, langkah ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan dosen sebelumnya yang melibatkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Menurutnya, dosen harus terus dibekali dengan informasi terkini agar tidak terjebak dalam zona nyaman administratif semata.
“Kemarin kami sudah mengirim lebih dari 20 dosen untuk mengikuti Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) di UAD. Sekarang, kami buat kegiatan ini untuk memantapkan dan menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu tentu berkaitan dengan RPS yang matang,” ujar Dr. Ibnu di hadapan para peserta.
Fokus Utama Diskusi
Ia menambahkan, RPS yang dihasilkan nantinya harus mampu merefleksikan arah kebijakan pendidikan pusat serta kebutuhan pasar global.
Fokus utama diskusi dalam sesi ini adalah implementasi Outcome–Based Education (OBE) dalam struktur RPS. Konsep OBE menuntut pergeseran paradigma dari yang semula fokus pada ‘apa yang diajarkan’ menjadi ‘apa yang mampu dilakukan mahasiswa’ setelah menempuh mata kuliah tersebut. Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas menjelaskan, RPS bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan kontrak belajar yang menjamin penilaian berbasis aktivitas nyata.
“Materi difokuskan pada isi RPS OBE yang harus dipenuhi oleh dosen. Bukan sekadar format, tetapi bagaimana konten dalam RPS juga memastikan mahasiswa dinilai berdasarkan aktivitas yang dilakukan secara konkret,” jelas Prof. Dian, sapaannya, dalam sesi pemaparannya.
Ia menyoroti, sinkronisasi antara metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, dan sistem penilaian adalah kunci utama dalam keberhasilan kurikulum berbasis luaran.
Dengan pelaksanaan sharing session ini, diharapkan seluruh dosen di lingkungan STKIP Taman Siswa Bima dapat segera memutakhirkan perangkat pembelajaran mereka.
Transformasi ini diproyeksikan tidak hanya akan mengangkat akreditasi institusi, tetapi juga memberikan jaminan kualitas bagi masyarakat Bima dan sekitarnya mengenai kredibilitas lulusan STKIP Taman Siswa sebagai calon pendidik masa depan. (*)



