Oleh: Zammi Suryadi – Pegiat Literasi Media
Rupanya anomali bukan hanya soal cuaca. Suatu ketika sambil bercanda, saya bertanya pada salah seorang koordinator di posko bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kantor Gubernur, saat giliran piket harian. “Jadi masih ada potensi cuaca buruk ya, karena mau Imlek?” tanya saya. Sang koordinator menjawab agak serius, “sebenarnya bukan karena Imlek tapi siklus iklim”, katanya. Ya, tentu saja pertanyaan bercanda itu saya ajukan dengan premis bahwa tahun baru Imlek dirayakan tepat saat iklim sedang dalam fase “penyeimbangan” usai musim kemarau yang dilanjutkan musim hujan di awal tahun yang berganti itu.
Ketika orang bersiap menyusun kembali rencana mengelola kemakmuran yang disediakan alam sampai datangnya iklim tahunan (Imlek) berikutnya bersama harapan dibalik insting bertahan hidup yang kian brutal. Keadaan yang rusak diperbaiki, adapun yang hancur dibangun kembali untuk sekadar mengelola keseimbangan kehidupan.
Seperti tradisi Bau Nyale yang datang bersama hujan badai dalam gulungan ombak samudera, ataupun Awiq Awiq di Sumbawa dan Ampa Fare di Bima/ Dompu.
Kata para ahli, iklim meliputi kecenderungan suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin yang lebih stabil dipengaruhi letak geografis, ketinggian, dan arus laut di daratan (bumi). Sedangkan cuaca adalah kondisi situasional atmosfer saat itu yang sedikitnya menjelaskan mengapa cuaca bisa mengalami anomali, karena iklim yang tak bisa lagi mempertahankan keteraturannya. Iklim dipaksa mengikuti pola perubahan pengelolanya (manusia) yang cenderung destruktif dan mengabaikan ritme alamiah perubahan.
Maka anomali sosial, politik, hukum, ekonomi, dan seterusnya tentu berasal dari perubahan yang tak alamiah. Bermula dari cara yang bergeser sampai nilai yang berubah bahkan hilang. Terkaget-kaget ketika kriminalitas menampar kesadaran, hutan gundul yang menyengsarakan atau gunung sampah yang kita kumpulkan dan siap mengubur masa depan. Lantas apa yang masih terasa alamiah di tengah kepungan dunia yang berlari menuju kehancuran?



