Warisan budaya tak benda merupakan faktor penting dalam menjaga keragaman budaya di tengah globalisasi yang semakin meningkat. Pemahaman tentang warisan budaya tak benda dari berbagai komunitas membantu dialog antarbudaya, dan mendorong rasa saling menghormati terhadap cara hidup yang berbeda. Pentingnya warisan budaya tak benda, bukanlah pada manifestasi budayanya itu sendiri, melainkan pada kekayaan pengetahuan dan keterampilan yang ditransmisikan melaluinya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai sosial dan ekonomi dari transmisi pengetahuan ini relevan bagi kelompok minoritas dan kelompok sosial. Arus utama dalam suatu negara dan sama pentingnya bagi negara berkembang maupun negara maju.
Oleh sebab itu, cermin harapan pada organisasi perangkat daerah seperti Dinas Kebudayaan, kiranya memantulkan refleksi budaya sebagai kebutuhan hidup dalam mengelola interaksi sosial bahkan seluruh kebijakan-kebijakan tentang pembangunan berbasis kearifan lokal untuk kemajuan. Pemerintah memastikan agar program pembangunan dilakukan tidak hanya untuk kepentingan kemakmuran, namun memelihara karakter dan menjaga cita rasa Sasak, Samawa dan Mbojo dalam kegiatan pembangunan serta etnik lainnya di Bumigora.
Tak cukup sebagai cakupan potensi dan keunggulan, namun sebagai penanggung jawab komunitas besar masyarakat NTB yang memiliki tanah subur, alam yang indah, keramahan dan kebersahajaan menghadapi modernitas. Merevitalisasi nilai-nilai tentang siapa kita dan bagaimana cara hidup kita selama ini. Pemajuan kebudayaan dibutuhkan lebih adaptif terhadap teknologi, tetapi tak tergerus pada keunikan dan kearifannya. Tetap pada taste yang indah nan memesona. (*)



