Banjir Rendam Dua Desa di Sumbawa, Ratusan Warga Terdampak dan Belasan Rumah Rusak
Mataram (NTBSatu) – Bencana banjir melanda Kabupaten Sumbawa, Sabtu sore, 31 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 Wita. Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan sekitarnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, sebanyak dua desa terdampak, yaitu, Desa Gapit, Kecamatan Empang dan Desa Sepayung, Kecamatan Plampang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Sadimin menyampaikan, bencana banjir tersebut menyebabkan 100 Kepala Keluarga (KK) atau 300 jiwa terdampak. Sebarannya, sebanyak 225 jiwa di Desa Gapit dan 76 jiwa di Desa Sepayung.
“Selain itu sebanyak 15 unit rumah di Desa Gapit mengalami rusak ringan,” kata Sadimin, Minggu, 1 Februari 2026.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa serta stakeholder terkait. BPBD Kabupaten Sumbawa juga telah melakukan asesmen di lokasi kejadian guna mengetahui secara pasti dampak bencana, sekaligus melakukan pelaporan dan penyebarluasan informasi kebencanaan.
“Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, aparatur kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat,” kata Sadimin.
Saat ini, lanjut dia, kebutuhan mendesak yang yang masyarakat perlukan di lokasi terdampak adalah bantuan logistik bagi warga. Misalnya makanan siap saji, selimut dan sebagainya.
Kondisi terkini di wilayah terdampak sudah relatif kondusif, meskipun masih terdapat beberapa titik yang tergenang air.
Sehubungan dengan masuknya wilayah NTB ke periode musim hujan dan sebagian wilayah memasuki puncak musim hujan, BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan terjadi pada dasarian I Februari 2026 berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Masyarakat juga diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan serta kondisi dan debit aliran air di sekitarnya. (*)



