Ekonomi BisnisHEADLINE NEWS

Ekonomi NTB Tumbuh Mahal di Atas Struktur yang Rapuh

Mataram (NTBSatu) – Sepanjang 2025, ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) berjalan dalam irama yang tidak sekuat yang direncanakan. Di atas kertas, arah pembangunan daerah telah digariskan cukup ambisius. 

RPJMD NTB 2025–2029 menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, bahkan diperkuat oleh proyeksi optimistis hingga kisaran 7 persen. Namun data berbicara lain.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi NTB sepanjang 2025 secara kumulatif hanya mencapai 3,22 persen. 

Angka ini bukan hanya jauh dari target, tetapi juga merosot dari capaian 2024 sebesar 5,30 persen, serta tertinggal dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen. Secara harfiah, data tersebut menunjukkan satu hal penting.

Ekonomi NTB tidak sedang tumbuh dalam pola yang efisien dan berkelanjutan. Bahkan jika dibandingkan dengan provinsi lain di kawasan timur, posisi NTB terlihat semakin tertinggal. 

Bali, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi 5,82 persen pada 2025. Tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sementara NTT masih mampu bertahan di atas 5 persen.

“Ini menunjukkan, perlambatan ekonomi NTB tidak bisa semata-mata dijelaskan oleh faktor eksternal,” ujar Pengamat ekonomi sekaligus akademisi Universitas Mataram, Iwan Harsono kepada NTBSatu, Senin, 9 Februari 2026.

“Tekanan global dan nasional memang ada, tetapi fakta bahwa provinsi pembanding masih tumbuh cukup tinggi menandakan persoalan NTB lebih bersifat struktural dan terkait kebijakan lokal yang belum cukup akseleratif,” tambahnya.

1 2 3 4Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button