Kota Mataram

Kepala Lingkungan Minta Wali Kota Perbanyak Silaturahmi: Jangan Hanya Dengarkan Laporan OPD

Mataram (NTBSatu) – Kepala Lingkungan Sukaraja Perluasan, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, meminta Wali Kota Mataram, Mohan Rolisakan, untuk memperbanyak silaturahmi dan dialog langsung dengan para kepala lingkungan.

Ia menilai, komunikasi yang terlalu bertumpu pada laporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah berpotensi membuat persoalan riil warga tidak tersampaikan secara utuh.

Menurutnya, kepala lingkungan merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Namun kerap berada pada posisi rentan ketika muncul persoalan. Terutama, terkait pendataan dan penyaluran bantuan sosial.

“Sering kali kepala lingkungan menjadi sasaran fitnah ketika bantuan tidak tepat sasaran. Padahal data yang kami terima sudah jadi. Karena itu, perlu duduk bersama secara rutin agar persoalan di bawah bisa pimpinan daerah pahami,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 25 Februari 2026.

Chairul menjelaskan, wilayah Sukaraja Perluasan merupakan hasil pemekaran dari Lingkungan Sukaraja lama. Penghuninya masyarakat dari berbagai etnis. Mulai dari Sasak, Jawa, Banjar, Arab, hingga Tionghoa.

Kompleksitas sosial ini diperberat dengan persoalan administrasi kependudukan. Di mana sebagian warga masih ber-KTP Kota Mataram meski telah lama berdomisili di wilayah Lombok Barat.

Kondisi tersebut, kata dia, kerap menyulitkan proses pendataan bantuan sosial. Ia menilai perlu ketegasan pemerintah kota terkait status domisili agar tidak menimbulkan polemik di tingkat lingkungan.

“Kalau sudah pindah, ya pindah secara administrasi. Jangan kami di bawah yang terus yang kena getahnya,” tegas Ewongs, sapaan akrabnya.

Wali Kota Minim Silaturrahmi dengan Kaling

Selain soal pendataan, Chairul juga menyinggung minimnya ruang dialog antara pemerintah kota dan para kepala lingkungan. Ia mengusulkan agar Wali Kota Mataram setidaknya dua kali dalam setahun mengumpulkan kepala lingkungan untuk berdiskusi langsung mengenai persoalan warga dan arah pembangunan.

“Silaturahmi itu penting. Jangan ada jarak antara wali kota dan kepala lingkungan. Kami tidak menuntut apa-apa, hanya ingin didengar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa para kepala lingkungan siap mengawal dan mendukung penuh seluruh program Wali Kota dan Wakilnya, selama komunikasi dibangun secara terbuka dan partisipatif.

“Kalau pemimpin mau turun dan mendengar langsung, kami di bawah akan solid. Karena kepala lingkungan inilah yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat,” pungkasnya.

Aspirasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di atas meja, tetapi juga oleh kuatnya silaturahmi dan kepercayaan antara pemimpin dan aparatur paling bawah. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button