Bikin Resah Warga di Senggigi, Sekelompok Pemuda Diamankan Polisi
Lombok Barat (NTBSatu) – Kepolisian Sektor (Polsek) Batulayar, menertibkan sekelompok pemuda yang diduga membawa senjata tajam (Sajam) pada Minggu, 1 Maret 2026, dini hari.
Penertiban berlangsung di kawasan wisata Senggigi dan Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
Langkah ini untuk mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan.
Penertiban ini oleh personel Polsek Batulayar setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 03.50 Wita.
Laporan menyebutkan adanya sekelompok pemuda yang berkumpul di Jalan Raya Senggigi. Tepatnya di depan Toko Oleh-oleh Sasaku, Desa Senteluk.
Polisi menilai, waktu kejadian yang berdekatan dengan aktivitas sahur rawan memicu keresahan publik. Terutama di kawasan wisata yang masih dilalui warga dan wisatawan. Polisi pun segera turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Kapolsek Batulayar, I Putu Krisna Varananda menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan profesional guna mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
“Kami menerima informasi mengenai adanya indikasi kerumunan pemuda. Dugaannya, mereka membawa senjata tajam dan meresahkan warga di kawasan Senteluk. Menindaklanjuti hal tersebut, kami segera bergerak melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan situasi yang sebenarnya,” ujarnya.
Polisi Tidak Temukan Senjata Tajam
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan, tidak ada senjata tajam pada pemuda tersebut.
Namun, kepolisian tetap melakukan penertiban, pemeriksaan badan dan kendaraan, serta memberikan pembinaan dan imbauan secara humanis. Tujuannya, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu konflik atau keresahan warga.
Himbauan untuk Masyarakat
Melalui kejadian ini, Polres Lombok Barat, kembali mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Sebagian besar dari mereka hanya berkumpul setelah sahur. Meski demikian, kami tetap memberikan edukasi dan imbauan secara persuasif agar mereka tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan warga atau mengganggu kekhusyukan bulan Ramadan,” tegas Kapolsek.
Hingga pengecekan berakhir, situasi di kawasan Senggigi dan Senteluk aman dan kondusif.
Polisi memastikan patroli rutin akan terus ditingkatkan demi menjaga ketertiban masyarakat dan kenyamanan wisatawan selama bulan Ramadhan. (Zani)



