HEADLINE NEWS

Isak Tangis PMI Asal Lombok Saat Ledakan Mengguncang Timur Tengah

Mataram (NTBSatu) – Serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS), yang berada di sejumlah negara di Timur Tengah, menjadi kejadian mencekam bagi WNI yang bermukim, atau bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Suara dentuman keras yang diduga berasal dari ledakan bom, membuat suasana riuh. Menyisakan trauma dan rasa takut mendalam, bagi mereka yang jauh dari tanah air.

Terlihat juga kepulan asap hitam yang membumbung di langit, suara seperti sirine pun turut menyertai. Kondisi ini semakin memperlihatkan maut yang begitu dekat.

Seorang PMI asal Lombok, yang dikonfirmasi bernama Edi Putrawan, memperlihatkan suasana mencekam di Bahrain.

“Saya gak tahu mau lari kemana bu, suara bom ini bu. Seandainya saya mati bu, jaga cucumu ya,” ujarnya, mengutip dari akun Facebook Rosita Rohimatullah, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Wajah Edi tampak sembab, dengan mata yang menatap kosong ke arah kamera. Terlihat seperti trauma yang tidak bisa ia sampaikan dengan kata-kata.

Suara Edi tersedak oleh isak tangis yang sudah tidak mampu ia bendung. Ia tampak berkali-kali mengusap matanya yang memerah, karena menangis ketakutan.

Edi tampak memperlihatkan gestur keputusasaan, dari seorang anak dan suami yang merindukan dekapan ibu dan istrinya, di tengah wilayah target ranjau.

Namun saat berita ini terbit, istri Edi, Rosita Rohimatullah, yang juga bekerja sebagai PMI di Dubai, mengonfirmasi jika suaminya saat ini, sudah berada di tempat aman.

“Sudah agak mendingan (keadaannya), bom sudah jarang mereka jatuhkan. Sekarang suami saya yang di Bahrain sedang tidur, berada di tempat aman,” ujarnya pada NTBSatu.

Sementara di video lain, terdengar ketakutan PMI asal Bima yang sedang berada di Dubai, karena suasana semakin mencekam.

“Pesawat ini datang dari mana? Takut kalau datang ke sini, tidak siap mati di negara orang,” ujarnya sambil menangis, mengutip dari akun Facebook Dani Pedrosa.

Video-video yang beredar di media sosial, menunjukkan ekspresi ketakutan yang murni, dengan mata waspada, keringat dingin, yang siap berlari menyelamatkan diri kapan saja.

KBRI Pastikan Memantau Kondisi WNI

Merespons situasi yang sedang terjadi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timur Tengah, langsung mengambil langkah cepat, dengan melakukan pendataan dan komunikasi, dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia di Arab Saudi dan Bahrain.

KBRI memberikan himbauan agar seluruh WNI tetap tenang dan waspada. Termasuk menghindar dari titik-titik yang menjadi pusat aera konflik.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh WNI dalam keadaan aman. Kami meminta warga untuk segera melaporkan diri melalui hotline darurat jika berada dalam situasi yang mengancam keselamatan,” tulis KBRI. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button