Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Dampak Perang Timur Tengah
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan, masyarakat Indonesia perlu bersiap menghadapi berbagai kesulitan. Hal tersebut sebagai dampak dari konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan saat meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh secara virtual, Senin, 9 Maret 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan, pemerintah tidak akan menutup-nutupi situasi yang dihadapi, termasuk potensi dampak dari gejolak global yang sedang terjadi.
āKita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan, menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan, tidak menutupi kesulitan, tidak pura-pura tidak ada kesulitan,ā ujar Prabowo dalam unggahan video YouTube Sekretariat Presiden, mengutip Selasa, 10 Maret 2026.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah akan bersikap tegas dan berani dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia juga menilai, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi situasi yang tidak menentu di tingkat global.
āKita punya kekuatan yang besar. Tetapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,ā lanjutnya.
Prabowo juga mengingatkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah telah menimbulkan goncangan bagi banyak negara di dunia. Karena itu, menurutnya pemerintah perlu bersikap terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang dihadapi.
Ia kembali menekankan, pentingnya kesiapan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian tersebut. Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ia nilai menjadi salah satu pilar utama negara.
āNamun hari ini saya merasa bangga, bahwa kita sekali lagi, NKRI, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat bahwa TNI adalah tentara rakyat,ā kata Prabowo. (*)



