Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Api di RSUD Bekasi
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa pagi, 28 April 2026. Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.
Setibanya di rumah sakit, Prabowo langsung menuju poli bedah dan kemudian melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan Bougenville.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sempat berinteraksi dengan sejumlah korban yang tengah menjalani perawatan. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia juga menginstruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga pulih. Selain itu, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Saya hari ini datang ke rumah sakit Bekasi. Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Secara garis besar, kita melihat masih banyak lintasan kereta api yang tidak dijaga, dan ini segera akan kita atasi,” ujar Prabowo.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memastikan, para korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga terdampak. Ia juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian.
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Sebagai informasi, kecelakaan terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.
Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia menyampaikan, hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 06.30 WIB, tercatat tujuh orang meninggal dunia. Serta, 81 korban telah dievakuasi dari rangkaian kereta untuk mendapatkan perawatan medis.
Proses evakuasi berlangsung secara intensif sejak kejadian, termasuk upaya penyelamatan terhadap korban yang sempat terjebak di dalam gerbong. Petugas gabungan terus bekerja di lokasi untuk memastikan proses evakuasi seluruh korban dengan aman.
Terkait penyebab kecelakaan, pemerintah menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna memastikan penyelidikan berjalan secara menyeluruh dan objektif. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan komprehensif. (*)



