Pemerintahan

Menkeu Setujui Anggaran Rp5 Triliun Bangun 100 Gudang Baru Bulog

Jakarta (NTBSatu) – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui anggaran sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru. Langkah ini guna mendukung peningkatan produksi beras nasional.

Pernyataan tersebut Rizal sampaikan usai menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu, 22 April 2026.

“Anggaran sudah didukung oleh Kementerian Keuangan,” ujar Rizal kepada awak media usai rapat mengutip CNNIndonesia, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, anggaran Rp5 triliun tersebut akan untuk membangun gudang dengan teknologi terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi ini memungkinkan penyimpanan beras hingga hampir dua tahun tanpa perlu proses fumigasi.

“Empat bulan lalu kami sudah bekerja sama dengan BRIN dan teknologi itu akan kami adopsi untuk diterapkan di gudang baru. Teknologi tersebut mampu memelihara beras hingga hampir dua tahun tanpa fumigasi,” jelasnya.

Selain pembangunan gudang baru, Bulog juga berencana mempercepat penerapan teknologi serupa pada gudang lama secara bertahap. Dengan demikian, harapannya kualitas beras di gudang Bulog tetap terjaga meski dalam jangka waktu lama.

“Sehingga beras itu akan semakin sehat, higienis, dan lebih layak untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan campuran bahan kimia,” tambahnya.

Rizal menyebutkan, pembangunan 100 gudang baru tersebut akan di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 52 gudang akan berdiri di atas lahan milik Bulog, sementara 48 lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah.

Total kapasitas gudang baru ini perkiraannya mencapai 900 ribu ton. Dengan kapasitas tersebut, harapannya seluruh stok beras nasional dapat tersimpan dengan baik.

“Pembangunan direncanakan secepat mungkin. Setelah penandatanganan, akan langsung dikerjakan oleh BUMN Karya. Kapasitas total sekitar 900 ribu ton, karena ukuran gudangnya bervariasi, ada yang besar dan kecil,” ungkapnya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button