Pemberian Uang Duka Rp1 Juta Tingkatkan Kesadaran Lapor Kematian di KSB
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Program Kartu Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Maju Sosial, mulai menunjukkan dampak signifikan pada tertib administrasi kependudukan. Salah satu yang menarik adalah melonjaknya laporan kematian warga yang terpantau melalui Dinas Sosial KSB.
Kepala Dinas Sosial KSB, Kamaluddin mengungkapkan, keberadaan Uang Duka sebesar Rp1.000.000 bagi ahli waris menjadi pemantik utama warga untuk segera melaporkan peristiwa kematian secara real-time.
Hingga 22 April 2026, tercatat sudah ada 293 laporan kematian yang masuk ke Dinas Sosial. Angka ini terbilang sangat tinggi mengingat bulan April belum berakhir. Sebagai perbandingan, pada 2025 total kematian yang tercatat sepanjang tahun adalah 572 orang.
Dengan tren saat ini, Dinas Sosial KSB mengestimasi angka pelaporan bisa menembus 800 orang di akhir tahun 2026. Hal ini bukan berarti angka kematian meningkat drastis, melainkan sistem pelaporan masyarakat yang jauh lebih masif dan aktif dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu pelaporan kematian tidak semasif sekarang. Karena sekarang ada bantuan Uang Duka, warga segera melapor. Bahkan bisa diproses di hari yang sama jika syarat seperti surat kematian, KTP almarhum, KK, dan saksi sudah lengkap,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 22 April 2026.
Capaian Program KSB Maju Sosial
Uang duka hanyalah satu dari lima layanan utama dalam Kartu KSB Maju Sosial. Hingga kuartal pertama 2026, realisasi program secara keseluruhan telah mencapai 40 persen.
Pemerintah optimis serapan anggaran akan mencapai 100 persen di akhir tahun. Bahkan, prediksinya akan ada penambahan anggaran pada APBD Perubahan.
Berikut adalah rincian bantuan sosial lainnya yang disalurkan melalui Kartu KSB Maju Sosial: Lansia & Disabilitas mendapatkan Rp250.000 per bulan. Yatim Piatu mendapatkan Rp500.000 per bulan. Miskin Ekstrem mendapatkan Rp600.000 per bulan (prioritas desil 1 & 2).
Sistem pencairan dilakukan secara non-tunai per tiga bulan di awal periode. Misalnya, untuk periode April hingga Juni, warga menerima dana sekaligus sebesar Rp750.000 di awal April.
Kendala Distribusi Kartu
Meski progres distribusi Kartu KSB Maju telah mencapai 90,07 persen, pihak dinas mengakui masih ada kendala di lapangan, terutama di wilayah lingkar tambang seperti Kecamatan Maluk. Kendala utama meliputi banyaknya pemilik kartu yang tidak berada di tempat atau sudah pindah ke luar daerah, meskipun masih memegang KTP KSB.
Selain itu, masalah administrasi muncul ketika Kepala Keluarga (KK) meninggal dunia yang mengharuskan ahli waris melakukan pengurusan pindah KK agar bantuan sosial tetap bisa dicairkan. Pemerintah menargetkan, seluruh distribusi kartu dan rekonsiliasi data ini rampung pada 30 April 2026 mendatang. (Andini)



