Pemkab Sumbawa Evaluasi Kinerja BPR, Proyeksi Dividen 2026 Diprediksi Meningkat
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, terus mendorong peningkatan kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat evaluasi bersama seluruh kepala cabang BPR se-Kabupaten Sumbawa.
Ivan menegaskan, BPR memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Evaluasi ini penting untuk melihat capaian kinerja dan kendala di lapangan. BPR punya peran besar dalam mendukung ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut masing-masing kepala cabang memaparkan kinerja operasional. Mulai dari pertumbuhan kredit, kualitas aset, hingga berbagai tantangan di lapangan.
Pemkab Sumbawa memanfaatkan forum ini untuk mengukur capaian kinerja sekaligus mengidentifikasi kendala di tingkat cabang. “Pemaparan yang sudah disampaikan, menjadi dasar kami (Pemkab) untuk menyusun langkah perbaikan ke depan,” tambahnya.
Ivan mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan prospek kinerja BPR semakin positif. Pemkab Sumbawa memproyeksikan, kontribusi dividen pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan dividen ini kami harapkan memperkuat PAD, serta mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan,” harapnya.
Ke depan, Pemkab Sumbawa bersama manajemen dan seluruh cabang BPR akan memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kabupaten Sumbawa.
Ivan juga mengatakan, dalam rapat tersebut turut hadir Direktur Utama BPR yang baru. Ia menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh, serta menargetkan penguatan manajemen risiko, peningkatan efisiensi operasional, dan ekspansi bisnis yang sehat.
“Mereka menyampaikan akan membenahi berbagai aspek agar BPR bisa lebih profesional dan kompetitif ke depannya,” katanya.
Sementara itu, lanjut Ivan, Dewan Komisaris mengapresiasi pelaksanaan evaluasi yang berlangsung terbuka. Dewan komisaris menekankan pentingnya pengawasan yang konsisten serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga stabilitas BPR. (*)



