INTERNASIONAL

Peta Kekuatan Militer Israel Vs Iran dalam Perang Timur Tengah, Siapa Lebih Kuat?

Mataram (NTBSatu) – Konflik kawasan Timur Tengah terus memanas, seiring meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Eskalasi militer melibatkan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel, sehingga memperluas potensi konflik regional.

Serangan balasan serta operasi militer beruntun, memperlihatkan kemampuan tempur masing-masing pihak yang berusaha mempertahankan pengaruh strategis pada kawasan tersebut.

IKLAN

Laporan terbaru menyebutkan perang tersebut telah menimbulkan korban jiwa, termasuk warga Amerika. Kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa hari terakhir.

IKLAN

Situasi semakin tegang setelah serangan rudal besar menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat penting lain. Insiden tersebut memicu respons militer luas dari Iran ke berbagai wilayah.

IKLAN

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai peta kekuatan militer Israel dan Iran yang terlibat dalam konflik tersebut.

Perbandingan Kekuatan Militer Iran dan Israel

Melansir Bloomberg Technoz pada Senin, 16 Maret 2026, berikut ini perbandingan kekuatan militer Iran dan Israel:

Iran

Iran menempati posisi ke-11 dalam Military Power Ranking 2025 menurut laporan Military Power Ranking. Struktur militer negara tersebut terbagi antara angkatan bersenjata reguler atau Artesh serta Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

IRGC memegang peran dominan dalam berbagai operasi regional serta penguatan pengaruh militer Iran pada Timur Tengah.

Doktrin militer Iran menekankan strategi perang asimetris yang memanfaatkan pencegahan wilayah, kekuatan rudal, serta dukungan jaringan milisi sekutu. Iran memiliki sejumlah rudal balistik seperti Shahab-3, Emad, Sejjil, serta Khaybar Shekan dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer. Selain itu, Iran mengoperasikan rudal taktis Fateh-110, Zolfaghar, Dezful, serta Raad yang berfungsi untuk operasi medan tempur.

Iran juga mengembangkan kekuatan drone atau UAV sebagai bagian penting strategi tempur modern. Armada UAV seperti Shahed-129, Mohajer-6, Ababil-3, serta Karrar pernah menjalankan operasi pada beberapa wilayah konflik seperti Suriah, Irak, dan Yaman. Iran bahkan memproduksi amunisi jelajah Shahed-136 yang terkenal dalam berbagai operasi militer.

Selain kekuatan teknologi militer, Iran memperluas pengaruh melalui jaringan kelompok sekutu regional seperti Hizbullah, PMF Irak, serta Houthi Yaman. Jaringan tersebut menerima dukungan logistik, pelatihan militer, hingga persenjataan dari Pasukan Quds IRGC sehingga mampu memperkuat posisi Iran pada kawasan Timur Tengah.

Israel

Sementara itu, Israel menempati posisi ke-15 dalam indeks Global Firepower 2026 dengan sekitar 169,5 ribu personel aktif. Israel memiliki anggaran pertahanan sekitar 34,6 miliar dolar AS, jauh lebih besar dibandingkan Iran yang memiliki anggaran sekitar 9,23 miliar dolar AS.

Israel juga memiliki keunggulan signifikan pada sektor kekuatan udara. Negara tersebut mengoperasikan sekitar 239 pesawat tempur serta 48 helikopter serang yang berperan penting dalam strategi perang modern. Superioritas udara tersebut sering menjadi faktor penentu dalam berbagai operasi militer Israel.

Selain kekuatan udara, Israel mengoperasikan sekitar 1.300 unit tank serta puluhan armada laut yang terdiri dari kapal selam, fregat, dan kapal patroli. Angkatan laut Israel juga mengoperasikan kapal selam kelas Dolphin yang diyakini mampu membawa hulu ledak nuklir.

Para analis militer global menilai Israel memiliki teknologi militer sangat maju berkat dukungan industri pertahanan domestik serta kerja sama erat dengan Amerika Serikat. Persenjataan modern Israel meliputi ratusan pesawat tempur, ribuan kendaraan lapis baja, serta sistem rudal balistik.

Perbandingan tersebut menunjukkan perbedaan strategi militer kedua negara. Iran menekankan kekuatan rudal, drone, serta jaringan proksi regional. Sedangkan Israel mengandalkan teknologi militer modern, kekuatan udara, serta sistem persenjataan canggih.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan persaingan militer Israel dan Iran sebagai salah satu dinamika keamanan paling kompleks pada kawasan Timur Tengah. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button