INTERNASIONAL

SBY Sebut Eskalasi Konflik Timur Tengah Bisa Jadi Titik Ledak Perang Global

Mataram (NTBSatu) – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan peringatan serius terkait eskalasi konflik Timur Tengah yang terus meningkat. Ia menilai ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran tidak lagi bersifat terbatas, tetapi sudah berkembang menjadi konflik kawasan yang berbahaya.

SBY melihat perkembangan situasi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Ia menegaskan, potensi perluasan konflik sangat terbuka lebar.

“Apakah ini bisa meluas? Kalau kita simak what’s going on 3 hari terakhir ini, jawaban saya, bisa. Mungkin sekarang pun sudah mulai meluas, melebar,” ucapnya, mengutip tayangan YouTube SBYudhoyono pada Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, konflik yang semula publik pahami sebagai perseteruan antara Israel dan Iran serta Amerika Serikat dan Iran, kini berubah menjadi pertarungan kawasan. Ia melihat, pola aksi dan reaksi yang terus berlangsung memperkuat indikasi tersebut.

“Ini betul-betul sekarang sudah menjadi regional war yang saya lihat balas membalas,” ujarnya.

SBY juga menyoroti keterlibatan negara-negara Teluk. Ia menilai, situasi terbaru mendorong negara yang sebelumnya cenderung netral kini ikut terseret setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target strategis.

Potensi Keterlibatan NATO dan Dampak Global

Selain dinamika kawasan, SBY menaruh perhatian pada kemungkinan meluasnya konflik ke luar Timur Tengah. Ia menyinggung serangan terhadap posisi Inggris di Siprus yang berpotensi memicu respons aliansi pertahanan Atlantik Utara.

“Nah ini masuk enggak Article 5 dari NATO? Jika ada anggota NATO diserang oleh negara tertentu, maka wajib hukumnya negara anggota NATO juga bareng-bareng bersama Inggris memerangi negara yang menyerang posisi Inggris itu,” katanya.

Ia mengingatkan, keterlibatan NATO dapat membuka ruang partisipasi negara besar lain. Kondisi tersebut menurutnya sangat berisiko bagi stabilitas global.

“Nah kalau misalnya anggota NATO nimbrung di situ, bagaimana Rusia? Bagaimana Tiongkok? Bagaimana Korea Utara? Ini menurut saya very very dangerous ,” ucap SBY.

SBY menilai, konflik saat ini sudah melebar dan tidak lagi terbatas pada Israel dan Amerika Serikat melawan Iran. Ia melihat semakin banyak pihak ikut ambil bagian dalam ketegangan tersebut.

“Jadi kesimpulan pandangan saya, jawaban saya, sekarang sudah meluas. Tidak lagi hanya antara Israel bersama Amerika perang atau bertempur melawan Iran, tetapi yang lain juga nimbrung, sudah melibatkan diri,” tuturnya.

Selain aspek militer, SBY juga menyoroti dampak ekonomi global yang mulai terasa. Ia menyebut, gangguan rantai pasok dan ketidakpastian pasar menambah kompleksitas persoalan.

“Belum kait-mengaitnya dengan perekonomian yang sudah mengalami disruption di sana sini. Totalitasnya menjadi menurut saya eh masalah yang besar,” katanya.

Meski menyampaikan peringatan keras, SBY tetap berharap semua pihak menahan diri dan memilih jalur deeskalasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang global yang lebih luas. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button