Dua Pemuda asal NTB Raih Juara 1 Kompetisi Syair Internasional di Madinah
Mataram (NTBSatu) – Dua pemuda yang merupakan mahasiswa asal Lombok Timur dan Sumbawa, Provinsi NTB, bernama Alvin Zhofir dan Faid Basumbul berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang International Cultural Festival ke-14 di Madinah, pada Minggu, 12, April 2026. Keduanya meraih kemenangan ini lewat syair dengan judul “Malhamah Al-Wafa li Ardh Thaybah”.
Alvin Zhofir mengungkapkan, rasa bahagianya setelah berhasil mendapat juara pertama dan mengalahkan sembilan negara. “Alhamdulillah, dengan izin Allah kami mendapat juara 1 dari 10 negara yang lanjut ke babak final,” tulisnya, yang NTBSatu kutip dari akun Instagram @alvinzhofir, Selasa, 14 April 2026.
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian festival budaya tahunan Universitas Islam Madinah (UIM). Dengan kemampuannya, tim dari NTB ini berhasil mencapai posisi puncak dengan menggeser delegasi dari Yaman dan Mauritania.
Syair Perpaduan Tiga Budaya
Berdasarkan keterangan dari Alvin, syair tersebut menunjukkan perpaduan tiga budaya, yaitu Sasak, Melayu, dan Maluku dengan tema “Nusantara Bersatu”. Karya ini dengan khusus menceritakan perjalanan emosional seorang perantau sekaligus penuntut ilmu asal NTB, yang harus mengejar cita-cita ke Tanah Suci dan meninggalkan rumah serta keluarganya.
Pembuatan syair tersebut bersama dengan Faid Basumbul, sekaligus merupakan mentor dan rekan tampil saat di atas panggung. “Syair ini menggambarkan perjalanan seorang anak Indonesia yang harus meninggalkan tanah airnya menuju Kota Madinah. Untuk menuntut ilmu dengan hati penuh rindu,” lanjutnya.
Karena kekompakan dan penghayatan kedua pemuda ini, para dewan juri langsung tertarik dengan penampilan mereka. Sebagai bentuk apresiasi karena penampilan yang memukau, kedua pemuda asal NTB ini sempat diminta tampil dua kali pada babak final.
Syair tersebut juga menekankan, nilai-nilai persaudaraan internasional di samping menonjolkan sisi emosional akan kerinduan dengan keluarga. Hal ini terlihat dari pengalaman mereka di lingkungan belajar yang diberkahi dan suportif dari rekan asal Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.
Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk mahasiswa NTB di luar negeri, agar terus belajar sembari memperkenalkan budaya di kancah dunia. “Semoga ini menjadi sarana untuk selalu belajar dan terus berkembang,” tutupnya. (Inda)


