Harga Avtur Melonjak, Trafik Penumpang di Bandara Lombok Masih Stabil
Mataram (NTBSatu) – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang memicu lonjakan harga tiket domestik, hingga saat ini belum menunjukkan dampak signifikan terhadap jumlah penumpang di Bandara Internasional Lombok.
Otoritas bandara mencatat, minat masyarakat untuk bepergian masih dalam tahap normal dan didukung oleh momentum arus mudik dan balik Lebaran yang baru saja selesai.
Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Lombok, Hidya Putri Ramadhina mengaku, pihaknya masih melakukan monitor terhadap tren jumlah penumpang.
“Terkait dengan dampak kenaikan harga tiket pesawat dapat ditanyakan kepada pihak maskapai. Untuk pihak bandara saat ini masih memonitor trennya,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 15 April 2026.
Berdasarkan data operasional Maret 2026, terdapat peningkatan trafik penumpang yang cukup signifikan. Puncak pergerakan masyarakat ini akibat periode angkutan Lebaran.
Meski khawatir harga tiket yang melambung tinggi bisa berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke NTB, namun Hidya mengaku masih belum melihat pola penurunan tajam hingga pekan kedua April 2026.
Evaluasi Bulanan
Sedangkan mengenai efisiensi penerbangan, Hidya mengatakan belum ada langkah drastis dari pihak maskapai. Misalnya, pengurangan frekuensi maskapai atau penggabungan jadwal terbang (flight merging).
Pihaknya masih memantau tren pergerakan pesawat secara harian. Namun, analisis komprehensif baru akan terlihat jelas dan lengkap pada laporan bulanan setelahnya.
“Masih normal. Kita masih memantau trennya juga. Baru kelihatan trafiknya itu bulanan, untuk April baru bisa kita lihat di awal Mei,” lanjutnya.
Di samping itu, di tengah tekanan biaya operasional maskapai, Hidya mengatakan, kondisi pasar penerbangan NTB justru menunjukkan sinyal positif. Terbukti dengan konektivitas udara menuju Lombok justru bertambah.
Hal ini berdasarkan adanya rencana maskapai TransNusa yang berencana membuka rute baru Jakarta – Lombok – Jakarta, pada 17 April mendatang.
Keputusan maskapai untuk membuka rute baru di tengah situasi harga avtur yang fluktuatif, menandakan permintaan pasar terhadap destinasi Lombok masih cukup kuat.
Dengan tambahan pemain baru, diharapkan bisa memberikan banyak pilihan jadwal dan harga bagi penumpang, sekaligus menjadi momentum kebangkitan pariwisata.
Hidya berharap, stabilitas trafik ini dapat bertahan hingga memasuki musim liburan sekolah mendatang, sembari mencermati kebijakan maskapai dalam menyesuaikan tarif berdasarkan beban operasional. (Inda)



