Manajemen BIZAM Sebut Pria yang Kesal Masalah Troli Bukan Petugas Bandara
Mataram (NTBSatu) – Manajemen Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, menanggapi video viral yang memperlihatkan kekesalan seorang pria saat merapikan troli di area kedatangan, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Pihak bandara menegaskan, jika sosok pria yang ada dalam video merupakan pengguna jasa yang merasa terganggu dengan penyalahgunaan fasilitas.
Plt. Branch Communication & CSR Department Head Angkasa Pura I BIZAM, Hidya Putri Ramadhina membantah, pria tersebut merupakan petugas resmi bandara.
”Kami sampaikan individu yang terlihat di rekaman maupun pihak perekam bukan merupakan petugas bandara,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 19 Februari 2026.
Hidya juga menjelaskan, jika BIZAM sudah memiliki dan menyiagakan petugas troli. Tugasnya mengumpulkan, merapikan, dan memastikan ketersediaan bagi pengguna jasa.
Namun saat kejadian, petugas resmi bandara yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas tengah melakukan tugas di titik yang lain.
”Pada saat kejadian, petugas sedang bertugas mengumpulkan trolley di beberapa area bandara lainnya,” lanjutnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, kejadian ini bermula saat sebuah video pendek dari akun Instagram @nyonyayahya menjadi sorotan dan perbincangan panas di media sosial.
Dalam video, terlihat seorang pria yang diduga petugas bandara menunjukkan gestur penuh emosi sembari menyusun ulang troli yang berantakan.
Publik sempat menyudutkan pihak bandara karena dianggap sudah berlaku kasar terhadap pengunjung, termasuk anak-anak.
Namun berdasarkan pantauan NTBSatu dari video, pria itu merasa kesal karena banyak pengunjung, termasuk anak-anak menjadikan troli sebagai mainan. Sehingga, merusak tatanan yang ada.
Etika Pengunjung dan Fasilitas Umum
Video ini membagi arus opini menjadi dua kubu. Pertama, terkait lemahnya pengawasan orang tua di ruang publik. Kedua, pelayanan bandara yang harusnya lebih ramah.
Fasilitas bandara, termasuk troli memiliki standar keamanan tertentu. Penggunaan sebagai mainan akan merusak estetika dan ketertiban, bahkan bisa menimbulkan kecelakaan di area bandara.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak BIZAM berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menyebarkan informasi.
Lebih lanjut, Hidya mengimbau pengunjung agar tidak menggunakan fasilitas bandara di luar fungsinya. Terlebih menjadikannya sebagai sarana bermain anak, tanpa memikirkan risiko kecelakaan.
“Kami mengimbau kepada seluruh penumpang, pengantar, dan penjemput untuk menggunakan fasilitas bandara sesuai peruntukannya. Serta, menjaga sarana prasarana demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tambahnya. (Inda)



