Jembatan Sekotong Timur Masih Proses Tender, PUPRPKP Lobar Pastikan Rampung Tahun ini
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), angkat bicara terkait kondisi jembatan rusak di Sekotong Timur yang hingga kini belum juga dibangun permanen. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP)memastikan, proyek tersebut saat ini masih dalam tahapan administrasi sebelum masuk ke proses tender.
Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi menjelaskan, pihaknya baru saja merampungkan tahap review perencanaan sebagai langkah awal pembangunan. Ia memastikan, pelaksanaan pembangunan akan tahun ini, meskipun belum jelas kapan.
“Ini baru kami selesai review perencanaannya untuk disiapkan proses tender jembatan dan ruas jalan. InsyaAllah segera akan dibangun tahun ini, karena sudah menjadi instruksi Bupati untuk diselesaikan,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut tidak bisa secara instan karena merupakan proyek permanen, bukan penanganan darurat. Oleh karena itu, seluruh tahapan harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa sesuai aturan yang berlaku.
“Penyelesaiannya ditargetkan tuntas tahun ini. Tetapi kita harus melalui proses tender dulu, karena ini pembangunan permanen,” tegasnya.
Terkait lamanya proses yang warga keluhkan, Ratnawi menegaskan, tahapan tender telah memiliki matriks waktu tersendiri yang harus pemerintah patuhi. Pemerintah, katanya, tidak bisa melangkahi prosedur tersebut.
“Proses tender itu sudah ada waktunya sesuai aturan. Kita tunggu saja sampai selesai, baru kita eksekusi pembangunan di lapangan,” jelasnya.
Rencananya pembangunan tidak hanya mencakup jembatan, tetapi juga penataan ruas jalan di kawasan tersebut agar akses masyarakat bisa lebih optimal.
Warga Masih Menunggu Kepastian
Sebelumnya, warga Sekotong Timur mengeluhkan kondisi jembatan darurat yang ambruk dan hingga kini belum pemerintah gantikan dengan infrastruktur permanen. Aktivitas masyarakat pun terganggu, bahkan sebagian warga terpaksa menggunakan batang kelapa sebagai akses penyeberangan.
Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan menyebut, proses pembangunan masih terkendala tahapan tender, meskipun sebelumnya pemerintah menjanjikan pengerjaan mulai pada April ini.
Kini, dengan adanya penjelasan dari Dinas PUPRPKP Lombok Barat, pemerintah daerah memastikan proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski harus melalui tahapan administrasi terlebih dahulu. (Zani)



