Lombok Barat

Sempat Dikira Diculik, Bocah 6 Tahun di Narmada Ditemukan Meninggal di Saluran Air

Lombok Barat (NTBSatu) – Warga Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sempat digegerkan dengan kabar dugaan penculikan seorang anak yang hilang sejak Rabu sore, 15 April 2026. Namun setelah dilakukan pencarian, bocah tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saluran air wilayah Desa Sedau, Kecamatan Narmada, pada Kamis, 16 April 2026.

Kapolsek Narmada, I Kadek Ariawan menjelaskan, laporan awal yang pihaknya terima mengarah pada dugaan kehilangan anak yang disertai isu penculikan. Namun, setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

“Memang tadi malam ada laporan kehilangan anak. Tetapi terjadi miskomunikasi antara laporan keluarga dan informasi yang diterima petugas di lapangan,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 16 April 2026.

Anak tersebut diketahui bernama Arga Anggara (6), belum bersekolah. Ia dilaporkan tidak pulang ke rumah setelah keluar bermain bersama dua temannya pada sore hari, sebelum hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Menurut keterangan, pencarian langsung dilakukan setelah laporan diterima. Bahkan, petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) yang mendapat informasi adanya anak hanyut segera menutup pintu air sebagai langkah antisipasi.

“Petugas menutup pintu air yang mengarah ke wilayah Lombok Tengah setelah mendapat informasi adanya anak hanyut. Itu dilakukan untuk mempermudah pencarian,” jelas Ariawan.

Upaya pencarian berlanjut hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil karena kondisi air yang tinggi dan dipenuhi sampah. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan paginya.

Sekitar pukul 08.15 Wita, warga menemukan sosok anak kecil di saluran air wilayah Dusun Sedau Gondang. Korban kemudian dievakuasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Setelah ditemukan, langsung dilakukan identifikasi bersama tim Inafis dan tenaga kesehatan. Dipastikan bahwa korban adalah anak yang dilaporkan hilang malam sebelumnya,” katanya.

Dugaan Penculikan

Sementara itu, Camat Narmada, Anwar Jayadi mengungkapkan, sebelumnya sempat beredar cerita dari salah satu anak yang selamat mengenai adanya orang asing yang mengiming-imingi korban dengan layangan dan ikan hias.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bukti yang menguatkan adanya tindak penculikan. “Memang ada cerita dari teman korban, tetapi setelah ditelusuri tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun saksi yang melihat adanya penculikan,” jelasnya.

Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Dengan demikian, kasus ini dinyatakan selesai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama saat bermain di area yang berisiko seperti saluran air, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu.

Di sisi lain, aparat memastikan, tidak ada unsur tindak kriminal dalam kejadian tersebut. Sekaligus, meluruskan informasi yang sempat berkembang di masyarakat terkait dugaan penculikan. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button