Nakes PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah Protes Ketimpangan Gaji dan Tuntutan Kerja
Lombok Tengah (NTBSatu) – Sebuah video menunjukkan aksi protes tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Lombok Tengah, viral di media sosial sejak Rabu, 15 April 2026.
Dalam video tersebut, terlihat para nakes meluapkan emosi terkait ketimpangan gaji yang mereka terima dengan jam kerja hingga profesionalisme di lapangan.
Seorang perwakilan nakes, Sumarni langsung mengungkapkan keluhannya di hadapan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Mamang Bagiansah.
“Kami disuruh senyum, sapa, santun. Sabar, sabar, sabar, tetapi kami lapar Pak kadis, lapar,” ujarnya, mengutip unggahan video akun Facebook Ntb Insight, Kamis, 16 April 2026.
Aksi tersebut terjadi setelah sebelumnya sempat beredar sebuah surat perjanjian kerja, yang menampilkan besaran gaji nakes PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah yang hanya berjumlah Rp200 ribu saja.
Suasananya tampak tegang saat terlihat para nakes menagih keadilan. Dari ungkapannya, mereka merasa tidak mendapat jaminan kesejahteraan yang layak di samping permintaan untuk melayani masyarakat secara prima.
Selain itu, tampak Sumarni menjelaskan kondisi kerja yang sangat kontras di hadapan kepala dinas. Ia mengatakan, mereka harus menjaga standar pelayanan setiap saat di samping kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi.
Di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, ia mengaku merasa tercekik saat dituntut menjalankan keramahtamahan sesuai standar operasional.
Ia juga menyinggung tentang martabat profesi. Banyak di antara mereka memiliki pendidikan hingga jenjang S2, namun upah jauh dari kata layak.
Gaji Profesi di Bawah Upah Petugas Kebersihan
Salah satu tuntutan yang terdengar dalam video terkait nominal upah yang hanya menyentuh angka Rp200 ribu per bulan. Melihat beban kerja dan upah tersebut, ia merasa jika angka tersebut sangat tidak manusiawi, apalagi dengan gaji petugas kebersihan di instansi lain yang mencapai Rp800 ribu.
“Kami yang statusnya profesi, S-1, S-2 ada di Puskesmas. Tetapi gajinya hanya Rp 200 ribu,” lanjutnya.
Ia juga mengatakan, banyak nakes dari latar belakang keluarga yang tidak mampu harus berjuang membiayai sekolah dengan biaya tinggi, namun setelah bekerja justru tidak mendapat apresiasi yang layak.
Berdasarkan keterangan dari video, aksi protes tersebut merupakan puncak keresahan yang sudah terpendam selama ini. Ia juga menegaskan, jika para nakes tidak bisa hanya diminta untuk bersabar saja, tetapi tidak ada perubahan kebijakan yang nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Mamang Bagiansah berjanji akan melakukan evaluasi lanjutan bersama pimpinan terkait masalah ini.
“Kami memahami kondisi yang rekan-rekan sampaikan. Semua aspirasi ini akan kami laporkan ke pimpinan untuk dievaluasi lebih lanjut, terutama terkait regulasi pengupahan,” ujarnya. (Inda)



