Lombok Tengah Catat Kasus Pemasungan Tertinggi se-NTB
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah mencatat, angka mengkhawatirkan dalam hasil skrining penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) per Desember 2025.
Dari 10 Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi NTB, Lombok Tengah menempati posisi pertama dalam kasus pemasungan tertinggi. Berdasarkan data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Lombok Tengah, sasaran final ODGJ berat tahun 2024-2025 mencapai 2.373 orang.
Dari data tersebut, 2.138 orang mendapatkan pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tersebar di 29 Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah.
Meskipun presentase pelayanan mencapai 80 persen, praktik pemasungan masih menjadi tantangan besar. Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Siamin Fariady menyampaikan, masih ada 11 kasus pemasungan aktif.
“Kalau dilihat untuk 10 Kabupaten/Kota di NTB, kita tertinggi kalau pasung. Ini datanya 11 kasus,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin, 26 Januari 2026.
Adapun praktik pemasungan ini tersebar di beberapa titik. Di antaranya, Puskesmas Ganti Praya Timur, Puskesmas Terata Batu Lanteh Utara, Penujak, dan Puskesmas Pringgarata di Pemepek. Menurut Siamin, Praya merupakan wilayah penyumbang ODGJ tertinggi di Lombok tengah dengan angka mencapai 168 orang dengan empat kasus pasung.
“Kalau dari data SPM, Praya yang paling tinggi,” jelasnya.
Adapun kasus pemasungan yang terdata mayoritas akibat psikotik akut akibat dari narkoba, sehingga keluarga memilih untuk melakukan pemasungan. Langkah ini karena pasien mengamuk akibat efek narkoba.
Selain itu, Siamin menjelaskan, kendala utama dalam penanganan ODGJ adalah kasus pasung, transportasi, dan faktor ekonomi.
“Ada banyak kendala, kesulitan utama kami di kasus pasung, terlantar dan transportasi untuk ambil pasien. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa,” ujarnya. (Marwati)



