Sumbawa Barat

Tak Ingin Generasi Muda Tergerus, Sekda KSB: Jaga Gizi Rohani Anak-anak Kita dari Penyakit Masyarakat

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memberikan atensi luar biasa terhadap ancaman degradasi moral di kalangan generasi muda. Dalam rapat koordinasi lintas sektor di Gedung Kenawa, Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, drh. Hairul, M.M., mengingatkan, membentengi anak-anak dari penyakit masyarakat (pekat) adalah tugas mendesak yang tidak bisa ditunda.

Keresahan sosial yang belakangan menyasar kalangan pelajar menjadi pemicu pemerintah untuk mempertemukan unsur TNI, Polri, hingga ormas keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah. Harapannya, pertemuan ini menjadi titik balik penguatan kolaborasi dalam menjaga kekondusifan sosial di seluruh wilayah KSB.

Sekda Hairul dalam arahannya menegaskan, kebijakan pemerintah termasuk aturan jam malam, memerlukan dukungan penuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menilai, tanpa pengawasan kolektif, upaya birokrasi dalam menekan angka kenakalan remaja tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

“Ini adalah kegelisahan kita semua. Kita tidak cukup hanya rapat, tetapi harus langsung mengeksekusi langkah-langkah konkret di lapangan,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Ia menekankan, setiap rekomendasi dari forum tersebut harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh seluruh perangkat daerah.

Salah satu poin mendalam yang Sekda sampaikan adalah mengenai keseimbangan pola asuh dan perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak. Ia mengibaratkan, perlindungan terhadap anak-anak harus secara menyeluruh mencakup aspek fisik maupun mentalitas.

“Jika kita hanya menjamin gizi jasmani anak-anak, itu tidak akan berarti tanpa diimbangi dengan penguatan gizi rohani. Karena itu, mari kita hidupkan kembali semangat kebersamaan dalam upaya ini,” ujarnya.

Optimalkan Aparat Keamanan Desa

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda KBS, Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov., mendorong pengoptimalan peran aparatur di tingkat akar rumput. Ia meminta Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk lebih proaktif mendeteksi potensi gangguan ketertiban yang melibatkan penyakit masyarakat di wilayah masing-masing.

“Lurah dan aparat keamanan di desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Kita harapkan tumbuh kepedulian bersama untuk terus menggerakkan warga, agar lebih waspada terhadap penyakit masyarakat,” ungkap Khusnarti.

Wakil Ketua MUI KSB, Ustaz Muhammad Mujahid Imaduddin turut memberikan dukungan moral dengan menekankan, mencegah kemungkaran adalah kewajiban agama. Ia memandang, sinergi antara kekuasaan (pemerintah) dan lisan (tokoh agama) sebagai kunci utama dalam memberantas kemaksiatan secara komprehensif.

Sebagai tindak lanjut jangka pendek, Pemerintah KSB akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus pemberantasan pekat yang melibatkan OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Harapannya, satgas ini mampu bekerja secara sistematis melalui pendekatan persuasif maupun penegakan aturan yang tegas di lapangan. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button