Optimalisasi Pustu sebagai Pusat Edukasi dan Layanan Terdekat Masyarakat Sandubaya
Mataram (NTBSatu) – Camat Sandubaya, Henny Suyasih menekankan, pentingnya optimalisasi peran Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di wilayahnya. Hal ini untuk mendekatkan akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat edukasi gizi bagi masyarakat di tingkat kelurahan.
Dalam sebuah diskusi mengenai fasilitas kesehatan, Henny mengungkapkan, saat ini terdapat 54 Posyandu yang tersebar di wilayah Kecamatan Sandubaya. Namun, perhatian khusus kini pada keberadaan Pustu yang ada di setiap kelurahan.
“Keberadaan Pustu ini harus terus kita perjelas dan optimalkan fungsinya. Masyarakat sangat membutuhkan layanan yang terdekat dari tempat tinggal mereka,” ujar Henny, Rabu, 15 April 2026.
Meski beberapa Pustu sempat mengalami kendala operasional akibat mutasi Sumber Daya Manusia (SDM), Henny memastikan, saat ini beberapa titik sudah mulai kembali aktif. Beberapa Pustu yang aktif tersebut antara lain berada di wilayah Bertais, Selagalas, Turida, dan Abian Tubuh.
Lebih lanjut, Henny menjelaskan, ke depannya Pustu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan kesehatan dasar. Tetapi juga, menjadi pusat inovasi layanan.
Salah satu bentuk inovasi yang pihaknya usulkan adalah menjadikan Pustu sebagai wadah berkumpulnya kader kesehatan. Tujuannya, untuk memberikan konseling gizi dan kelas khusus bagi ibu hamil.
“Pustu bisa menjadi tempat untuk kelas-kelas gizi dan konseling. Jadi, selain pelayanan medis dasar yang tetap terintegrasi dengan Puskesmas, aspek edukasi dan pencegahan stunting bisa dimaksimalkan di sana,” tambahnya.
Ketika fungsi Pustu menguat, ia berharap, masyarakat di Kecamatan Sandubaya dapat lebih mudah mendapatkan akses informasi kesehatan dan pelayanan medis awal tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat layanan kesehatan utama. (*)



