Kota Mataram

Kecamatan Sandubaya Targetkan 247 Titik Tempah Dedoro

Mataram (NTBSatu) – Kecamatan Sandubaya tancap gas dalam mendukung program lingkungan Pemerintah Kota Mataram, melalui Tempah Dedoro.

Program yang berfokus pada pembuatan lubang biopori ini, diproyeksikan sebagai langkah konkret untuk mengurangi volume sampah organik langsung dari sumbernya di tingkat lingkungan.

IKLAN

Camat Sandubaya, Henny Suyasih, S.STP., mengungkapkan, wilayahnya kini memetakan sebanyak 247 titik potensial untuk penerapan Tempah Dedoro.

Titik-titik ini akan dikelola melalui dua skema, yakni swadaya masyarakat (mandiri) maupun dukungan anggaran daerah.

“Ada 247 (titik) se-Kecamatan Sandubaya sesuai dengan input dari kelurahan. Titik ini apakah nanti dikelola secara mandiri ataukah nanti melalui anggaran APBD,” jelas Henny Suyasih, Senin, 6 April 2026.

Target besar ini bukan tanpa alasan. Henny menjelaskan, pihaknya berpegang pada instruksi Wali Kota Mataram untuk memastikan setiap lingkungan memiliki sistem resapan dan pengolahan sampah organik yang memadai.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, tiap lingkungan itu minimal ada 25 titik Tempah Dedoro,” tegasnya.

Dari tujuh kelurahan di Sandubaya, Kelurahan Dasan Cermen mencatatkan titik terbanyak dengan total 75 lokasi yang tersebar di lima lingkungan. Menariknya, Henny menekankan Tempah Dedoro tidak harus kaku dalam bentuk teknisnya.

Masyarakat dapat berinovasi menggunakan alat sederhana seperti ember yang dilubangi asalkan fungsinya sebagai lubang biopori terpenuhi. “Tidak harus dalam bentuk gumbleng iya, nanti bisa dikreasikan lagi sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap lingkungan,” tambahnya.

Untuk memastikan program ini berjalan maksimal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 juta untuk setiap lingkungan. Dana ini telah diposting di masing-masing kelurahan agar dapat segera dieksekusi melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Itu Rp5 juta per lingkungan yang sudah diposting di kelurahan. Kita akan segera diskusikan dalam pembentukan KSM, supaya kerja di bawah ini sesuai dengan perencanaan masing-masing lingkungan dan pengajuan proposalnya menyesuaikan keadaan di sana,” jelas Henny. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button