Groundbreaking Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi Sumbawa Rp1,3 Triliun, Bupati Jarot: Ciptakan Multiplier Effect Besar
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Proyek strategis hilirisasi unggas terintegrasi Rp1,3 triliun resmi dimulai di Kabupaten Sumbawa. Peletakan batu pertama (groundbreaking) berlangsung di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot mengungkapkan, proyek tersebut sempat berada di ambang kegagalan bahkan hampir keluar dari daftar proyek nasional. Namun, melalui lobi intensif pemerintah daerah bersama Komisi IV DPR RI dan pihak investor, proyek akhirnya berhasil diselamatkan.
“Proyek ini sempat hilang dari daftar nasional. Kami resah dan gelisah, bahkan sempat terjadi ketegangan internal karena khawatir gagal. Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang, hari ini (kemarin, red) proyek monumental ini resmi dimulai,” ujarnya.
Menurutnya, proyek hilirisasi unggas menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa dan NTB karena masuk dalam enam proyek groundbreaking pertama secara nasional. Dari total 500 kabupaten dan 38 provinsi di Indonesia, Sumbawa menjadi salah satu daerah lokasi pembangunan industri strategis tersebut.
Bupati Jarot menjelaskan, investasi tahap awal sebesar Rp1,3 triliun fokus pada pembangunan infrastruktur utama industri peternakan modern. Secara keseluruhan, proyek ini diproyeksikan berkembang dengan potensi investasi hingga puluhan triliun rupiah yang melibatkan UMKM, koperasi, serta kelompok peternak lokal.
“Investasi tahap awal sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur industri modern. Secara keseluruhan investasi ini juga terlibat UMKM, koperasi, serta kelompok ternak lokal,” jelasnya.



