Sumbawa

Gelar Safari Ramadan di Alas, Bupati Jarot Soroti Jalan, Gas LPG hingga Sekolah

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot memimpin Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Kecamatan Alas, Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini sebagai momentum evaluasi sekaligus penyampaian agenda strategis pembangunan, memasuki satu tahun satu minggu masa kepemimpinannya.

Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Camat Alas, Masjid Safinatunnajat Desa Dalam, dan Masjid Besar Al-Ikhsan Desa Kalimango. Bupati Jarot mengungkapkan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang silaturahmi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Kegiatan Safari ini sengaja kami konsep ada siang dan malam hari agar seluruh kecamatan bisa terjangkau,” ungkapnya.

Bupati Jarot menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati (Wabup), Mohamad Ansori, di tengah tantangan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

“Saat ini tepat satu tahun satu minggu kami dilantik. Di tahun ini juga kita menghadapi efisiensi anggaran dari pusat, sehingga kita harus benar-benar menyesuaikan harapan dengan kemampuan,” ujarnya.

Capaian Pemkab Sumbawa

Meski demikian, ia memastikan berbagai usulan proyek infrastruktur jalan telah pemerintah daerah perjuangkan hingga tingkat pusat dan mendapat persetujuan. Selain itu, mendorong pembangunan sektor pendidikan.

“Kami telah memperjuangkan proyek infrastruktur jalan ke pusat dan disetujui. Selain itu, fasilitas Sekolah Rakyat bagi putra-putri kurang mampu juga mulai terpenuhi.” katanya.

Ke depan, lanjutnya, Pemkab Sumbawa merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi bagi masyarakat menengah serta sekolah unggulan lainnya. Tak hanya pembangunan sipil, Bupati Jarot juga mengungkapkan penguatan sektor pertahanan di wilayah Sumbawa.

“Saat ini sudah terbangun Batalyon Ketahanan Pangan (Yon TP) di Unter Iwes. Ke depan akan dibangun Batalyon TNI AL di Samota dan pangkalan TNI AL di Teluk Santong.” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, persoalan kelangkaan dan lonjakan harga gas LPG 3 kilogram yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Masih ada yang menjual di atas HET sampai Rp30 ribu bahkan Rp40 ribu per tabung. Karena itu pemerintah membentuk Satgas untuk penanganannya.” tambahnya.

Ia juga menegaskan, distribusi LPG subsidi masih belum tepat sasaran. “Kuota dari Pertamina justru lebih banyak digunakan oleh masyarakat mampu. Kami imbau yang tergolong mampu agar berhenti menggunakan gas 3 kilogram dan memberi kesempatan kepada yang berhak.” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa (Pemkab) menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk Masjid Besar Al-Ikhsan Desa Kalimango dan Rp25 juta untuk Masjid Nurul Hijriah Desa Marente. Selain itu, menyerahkan 10 Al-Qur’an dari Kementerian Agama dan 24 paket sembako dari Baznas. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button