BPBD Sumbawa Perkuat Mitigasi Bencana di Enam Desa Moyo Utara melalui Program SIAP SIAGA 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumbawa (BPBD) memfokuskan penguatan mitigasi bencana di enam desa di Kecamatan Moyo Utara, melalui Program SIAP SIAGA Tahun 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nur Hidayat menyebutkan, enam desa tersebut menjadi prioritas penguatan kapasitas Desa Siaga tahun ini.
“Ada enam desa di satu kecamatan. Yakni Desa Kukin, Desa Sebewe, Desa Pungkit, Desa Songkar, Desa Baru Tahan, dan Desa Penyaring,” ujar Nur Hidayat kepada NTBSatu, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Program SIAP SIAGA 2026 merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Tahun ini, BPBD Sumbawa menitikberatkan penguatan dokumen serta kelembagaan mitigasi bencana di tingkat desa.
“Untuk tahun ini ada beberapa program baru, terutama fokus kami pada penguatan kesiapsiagaan bagi kaum difabel,” katanya.
Bangun Sistem Penanggulangan Bencana Inklusif dan Responsif
Nur Hidayat menegaskan, perhatian terhadap kelompok difabel menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan responsif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, BPBD Sumbawa juga menjalankan Program Kencana, membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa. Serta, menuntaskan penyusunan dan legalisasi dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) hingga tahap revisi.
“Pembentukan FPRB Desa kami harapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengidentifikasi potensi ancaman serta menyusun rencana aksi di tingkat lokal,” ujarnya.
BPBD Sumbawa juga menargetkan penyelesaian dokumen KRB, agar memiliki kekuatan hukum sebagai dasar perencanaan dan penganggaran kebencanaan di desa.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, BPBD Sumbawa mendapat dukungan dari Program SIAP SIAGA, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang telah berjalan sejak 2024.
“Alhamdulillah, kerja sama dengan Australia ini sangat membantu Sumbawa dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. Terlebih, saat ini anggaran kabupaten mengalami pemangkasan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, BPBD Sumbawa menghadiri kick off Rencana Kerja Tahunan Program SIAP SIAGA Provinsi NTB Tahun 2026. Ia menilai, agenda tersebut menjadi momentum penyelarasan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.
“Kami berharap melalui penguatan Desa Siaga di enam desa tersebut, kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat. Terutama, dalam menghadapi potensi bencana pada musim hujan yang belakangan ini cukup ekstrem,” harapnya. (*)



